HETANEWS.COM

Heboh Warga Medan, Seorang Ibu Melahirkan di Becak

Ibu di Medan Lahirkan Bayi di Becak

Medan, hetanews.com - Kejadian luar biasa terjadi di Marelan, Medan, Sumut. Seorang ibu melahirkan sendiri putrinya di dalam becak yang tengah membawanya ke klinik.

Rekaman peristiwa yang terjadi Jumat (15/2) itu banyak dibagikan di media sosial Facebook. Video pertama kali diposting Romauli Silalahi. Belakangan diketahui bahwa dia adalah tenaga medis yang pertama kali membantu si ibu setelah melahirkan becak.

Dalam rekaman itu, seorang ibu masih berada di dalam becak terlihat memangku bayinya yang baru lahir. Tali pusar bayi itu belum dipotong. "Bayinya sudah lahir di becak. Syukur mamaknya enggak kalut," kata Romauli dalam video itu.

Perempuan berhijab ini kemudian memotong tali pusar bayi. Si bayi yang menangis kemudian diserahkan digendong seorang perempuan diikuti dengan suara penuh harap, "Biar nular ya nak."

Menyusul si bayi, sang ibu kemudian dibopong beramai-ramai ke klinik.

Sementara pengemudi becak yang sudah berumur itu tampak khawatir. "Perasaan saya gemetar juga, campur-campur," kata si pengemudi becak.

Setelah ditelusuri, peristiwa ini terjadi di Klinik Romauli, Jalan Sepakat, Pasar IV, Medan Marelan. Sang ibu diketahui bernama Wahyuni.

Awalnya, Wahyuni sudah memeriksakan diri ke Klinik Romauli pada pagi hari. Saat itu sudah bukaan tiga.

Berbekal pengalaman melahirkan dua putranya, Sri Wahyuni menduga bayinya bakal lahir sore hari. Perempuan berusia sekitar 30-an tahun ini memilih pulang ke rumah untuk mengambil pakaian.

"Saya periksa kemari (Klinik Romauli) jam 09.00 Wib, rupanya masih bukaan tiga, saya kira lahirnya sore atau malam, rupanya sampai rumah mau balik kemari sudah nggak tahan, sakit gitu, makanya saya panggil becak," ucap Wahyuni, Sabtu (16/2).

Dalam perjalanan menuju klinik, Wahyuni melahirkan anak ketiganya di dalam becak. "Sampai jalan, dia udah lahir gitu aja, sakit gitu. Ini anak ketiga, cewek, sebelumnya cowok dua. Yang lain juga lahir normal, cuma sudah di klinik," jelas Wahyuni.

Kejadian ini menjadi momen tak terlupakan bagi Wahyuni. Begitu juga dengan tenaga medis yang belakangan membantunya.

Romauli mengaku tidak akan pernah lupa dengan kejadian itu. "Waktu datang becak ke depan ruang rawat inap ini, saya lihat ibu itu sudah telentang begini kayak orang mau mengeluarkan bayi. Begitu saya lihat, langsung saya ambil perlengkapan. Hp saya campakkan ke bidan-bidan saya, ini nah tangkap, langsung saya loncat nggak pake sendal ke becak. Begitu saya sampai di becak, anaknya sudah menggantung di bawah di kain mamaknya," jelasnya.

Romauli sempat khawatir ketika itu. "Yang saya takutkan itu uri pendek tergantung-gantung terakhir putus, braak, turunlah di tali pusat bayinya, itu kan risiko sekali, bisa jadi pendarahan, bisa jadi mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, jadi langsung saya angkat bayinya dari rok mamaknya naikkan ke atas perutnya, gunting tali pusatnya langsung di situ di becak itu juga saya melakukan kegiatan menolong persalinannya," jelas Romauli.

Saat ini kondisi ibu dan bayi yang baru dilahirkannya dalam keadaan sehat. Namun keduanya masih dalam perawatan di klinik. Mereka rencananya baru diizinkan pulang besok. 

sumber: merdeka.com

Editor: Sella Simorangkir.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan