HETANEWS

Preman Marah dan Peras Pedagang di Medan: Aku Bukan Kaleng-kaleng, Keluarga Besar Militer Aku

Preman Marah dan Peras Pedagang di Medan: Aku Bukan Kaleng-kaleng, Keluarga Besar Militer Aku. Preman diduga melakukan pemerasan di Pasar 3 Marindal, Kota Medan.

Medan, hetanews.com - Kelakuan tak pantas diterima pedagang daging ayam di Pasar 3 Marindal, Kota Medan.

Kejadian berawal saat pria berkulit hitam menghampiri pedagang dan terlibat cekcok. Pria itu diduga melakukan pemerasan.

Merasa permintaannya diabaikan, pria itu marah hingga menggebrak meja dan berkata kasar ke pedagang.

"Aku bukan kaleng-kaleng ya," ucap pria itu.

Pria itu terlihat berulang kali memukul dadanya dengan sangat keras. Ia bahkan mengaku berasal dari keluarga besar militer.

"Keluarga besar militer aku, tahu kau," sambungnya.

Seorang pria menggunakan topi hijau datang melerai. Sementara dua karyawan sibuk memotong ayam seperti tak ada kejadian apapun.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi langsung turun tangan. Ia mengatakan bahwa Tim Pegasus Polsek Patumbak sudah melakukan lidik.

"Setelah dapat informasi itu, kita lakukan lidik. Tapi korbannya belum bikin laporan dan sudah kita arahkan agar bikin laporan," kata Ginanjar, Jumat (15/2/2019).

Ia menambahkan, karena kalau premanisme itu, tidak ada laporan maka, pihak kepolisian hanya bisa melakukan pembinaan saja.

"Kita mengarahkan kepada korban agar membuat laporan, apakah korban mengalami perbuatan tidak menyenangkan atau pengancaman. Kita sedang minta korban bikin laporan dan sampai sekarang kita masih tunggu," ujar Ginanjar.

"Korban mengaku sudah buat laporan, tapi di Polsek Patumbak belum ada masuk laporan tersebut," sambungnya.

Ginanjar menjelaskan selama ini Polsek Patumbak sudah melakukan pembersihan premanisme ditempat-tempat keramaian di wilayah hukum Polsek Patumbak, seperti di pasar. Beberapa kali petugas sudah melakukan hal itu. Cuma kelemahannya, kalau korban tidak melaporkan susah masukin pidananya.

"Kita akan tetap arahkan korban buat laporan, apalagi kalau sudah sampai ada aksi pemukulan dan penganiayaan itu pasti kita atensi," tegas Ginanjar.

PREMAN VIRAL DI SIANTAR

Sebelumnya video aksi premanisme di Terminal Parluasan, Pematangsiantar, beredar viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria yang menyandang tas disambangi beberapa orang pria dewasa.

Tidak tahu alasannya, pria itu dimintai uang, bahkan beberapa orang nekat mengambil dompet pria tersebut.

"Tolong Polres Pematangsiantar, Ini manusia2 segera diamankan..," tulis akun facebook Darwis Damanik.

Setelah pelaku berhasil mengambil uang, korban langsung digiring ke tempat sunyi.

Beberapa warganet tampak kesal dengan aksi ini lantaran dilakukan di tempat ramai tanpa ada satu orang pun yang coba menolong.

Aksi ini juga dilakukan dalam waktu yang cukup singkat.

Menilik video viral di atas, Polsek Siantar Utara telah menangkap dua pelaku preman yang melakukan pemerasan. Penangkapan keduanya dilakukan di Terminal Parluasan, tak jauh dari lokasi di video, dua pelaku ini telah dipindahkan dari Polsek Siantar Utara ke ke Polres Siantar.

Dua pelaku sempat masuk ke dalam ruangan Sat Narkoba Polres Siantar. Selanjutnya, polisi membawa dua pelaku menggunakan mobil patroli. Dua pelaku ini juga kabarnya telah selesai menjalani tes urin narkoba.

Kanit Reskrim Polsek Siantar Utara, Ipda Simanjuntak mengatakan kejadian pada video tersebut terjadi pada Selasa (5/2/2019) siang.

Ia mengatakan bahwa dua pelaku memang kerap melakukan pemerasan terhadap orang yang baru turun dari angkutan umum. 

"Kejadian kemarin. Memang itu kerjaan mereka,"ujarnya di Polres Siantar, Rabu (6/2/2019).

Saat disinggung apakah tidak ada melakukan patroli saban hari, kata Ipda Simanjuntak mengatakan sering melakukan patroli.

Namun, ia mengatakan pelaku sering muncul ketika usai patroli. "Seringnya kita patroli. Cuma kadang saat kita tak ada, mereka muncul," ujarnya. 

Pelaku melakukan pemerasan terhadap korban lelaki di Terminal Parluasan. Pelaku mengambil handphone dan uang korban. 

Diketahui, korban hendak berpergian menuju Simpang Kawat, Kabupaten Asahan. Korban mendapatkan bentuk pemerasan saat berada di Terminal Parluasan, Kota Siantar.



 

sumber: tribunnews.com

simak videonya di bawah ini:

Editor: sella.