HETANEWS

Keberatan Adiknya Dipukul Oknum Penyidik, Oknum Anggota TNI Ini 'Terbang' dari Jauh Datangi Polres Siantar

Oktaviandi Purba adik dari Kopda Nelson Purba, yang mendatangi Mapolres Siantar, Rabu (13/2/2019). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com - Nelson Purba, salah satu oknum anggota TNI yang bertugas di Kodam III Siliwangi, sambangi Mapolres Siantar, Rabu (13/2/2019) siang.

Kedatangan pria berpangkat Kopral Dua atau Kopda, guna memperjelas, sekaligus keberatan karena adiknya, Oktaviandi Purba (32), dipukul tiga oknum petugas penyidik, di ruangan narkoba.

Saat ini, Oktaviandi Purba telah ditahan di rumah tahanan Polres Siantar, setelah tersandung kasus narkoba jenis ganja yang ditangkap petugas, pada Sabtu (9/2/2019), lalu, dari Jalan Mangga Siantar.

"Tidak ada pemberitahuan surat penangkapan ke pihak keluarga. Yang disesalkan saat BAP tidak didampingi kuasa hukum dan terjadi pumukulan terhadap adik saya (Oktaviandi Purba,red)," ujarnya disalah satu warung, tak jauh dari Mapolres Siantar.

Lanjut Nelson Purba, dari pihaknya sendiri sudah meminta tindak lanjut ke Kasat Narkoba, AKP Eduar, agar adiknya itu divisum dan dibawa berobat.

"Namun tidak diizinkan, dan saya membawa Lembaga Hukum (LBH), mereka mempersulit. Seolah-olah kita dipersulit. Saya tidak membelah adik saya yang tersangkut narkoba. Kenapa saat di-BAP dipukul dan dikenakan Pasal 114 atas unsur intimidasi. Seolah-olah dia kurir, bandar. Itu lah makanya saya bawa pengacara saya kemari," ujarnya.

Saat ini, kondisi adik Nelson Purba mengalami luka. "Dihidung patah, muka dipukul lebam dan sebagian mata. Untuk luka badan belum kita cek," ucapnya.

Tambah Nelson lagi, untuk surat penahan muncul di hari Selasa (12/2/2019), lalu, karena dijemputnya.

"Adik saya dipukul sama oknum saat penyidikan untuk mengakui barang bukti siapa itu. Dan terjadi lah pemukulan di ruangan pemeriksaan. Yang memukul ada tiga oknum petugas, DS, IWS, AR yang notabene tim penyidik," ungkapnya.

Sambung Nelson, pasa saat penangkapan di TKP, tidak ada bentuk kekerasan, kenapa di rumah tahanan ada terjadi kekerasan oleh pihak oknum. "Adik saya juga, sempat menanyakan kenapa seperti ini, sampai terjadi pemukulan," ujarnya.

"Saat ini untuk kasus pemukulan adikn saya akan mengambil langkah untuk mengusut oknumnya. Biar, saya kepingin tidak ada lagi oknum-oknum yang sembarangan. Kedua, saya meminta adik saya ini agar divisum. Namun pihak kepolisian tidak mengijinkan. Dan kita rencanakan dibawa kejalur hujum," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.