HETANEWS

Puluhan Warga Demo PN Tebingtinggi, Tuntut Kampak Merah Dihukum Mati

Demo Aliansi Masyarakat Islam Kota Tebingtinggi Anti Narkoba dan FPI yang meminta Pengadilan Negeri Tebingtinggi agar serius dalam menangani kasus bandar narkoba yang saat ini sedang menjalani proses persidangan. (foto/rps)

Tebingtinggi, hetanews.com - Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Islam Kota Tebingtinggi Anti Narkoba dan FPI, melakukan  demontrasi ke Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, di Jalan Merdeka, terkait kasus bandar narkoba yang sedang menjalani proses persidangan, Rabu (13/2/2019).

Dalam aksi damai itu, massa meminta agar tersangka kasus tindak kejahatan narkoba atas nama Bambang Kurniawan alias Kampak Merah, yang diduga adalah bandar narkotika terbesar di Kota Tebingtinggi, dihukum mati, karena sudah bolak balik lolos dari hukuman dan seakan banyak penegak hukum yang bermain di belakangnya.

Aksi demo yang dipimpin kordinator Suhairi alias Gogon, yang mendapat pengawalan ketat dari puluhan aparat Polres Tebingtinggi serta personil TNI tersebut, sempat memanas, setelah massa pendemo merasa tersinggung dan kurang puas atas pernyataan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi, Muhammad Arief Nuryanta yang sempat menemui massa pendemo, namun langsung pergi meninggalkan para pengunjuk rasa, usai memberikan tanggapannya.

Namun kericuhan tersebut tidak meluas hingga ke ruang persidangan, tempat terdakwa Bambang Kurniawan disidangkan.

Demo Aliansi Masyarakat Islam Kota Tebingtinggi Anti Narkoba dan FPI yang meminta Pengadilan Negeri Tebingtinggi agar serius dalam menangani kasus bandar narkoba yang saat ini sedang menjalani proses persidangan. (foto/rps)

Kordinator aksi, Suhairi alias Gogon, mengatakan, terdakwa Kampak Merah adalah bandar narkoba dan pernah menjadi DPO pihak BNNK dan Polres Tebingtinggi sejak tahun 2016 lalu. Tersangka akhirnya ditangkap oleh BNNK Tebingtinggi, di kediamanya, di Perumahan Buisness Center Sudirman, Jalan Sudirman Kelurahan Sri padang, Kota Tebingtinggi, pada Kamis (6/9/2018), lalu.

Karena ada dugaan tersangka tidak akan dikenakan hukuman yang berat dan mungkin akan direhabilitasi saja oleh penegak hukum, maka dari hal inilah massa menuntut, agar tersangka dihukum mati karena terdakwa sudah banyak menghancurkan anak bangsa.

“Jangan ada permainan apa lagi suap menyuap di persidangan ini, karena kami sudah dicoba mau disuap hingga Rp60 juta untuk diam, dan ada barang bukti 48 gram narkoba serta 19 butir pil ekstasi yang didapat dari terdakwa,"ujarnya.

Untuk itu, massa meminta pihak pengadilan harus menghukum terdakwa minimal diatas 20 tahun penjara.

"Bila terindikasi ada permainan dalam proses persidangan ini, kami akan membuat laporan ke Mahkamah Agung, Mentri Kehakiman dan Komisi Yudisial,” tegas Gogon.

Sementara itu, Ketua PN, Muhammad Arief Nuryanta, mempersilahkan agar jalannya proses persidangan dipantau oleh warga. “Jangan ada tudingan lain-lain, saat ini persidangan masih berjalan,”ucapnya singkat.

Penulis: rps. Editor: gun.