HETANEWS

Respon Eliakim Setelah Dinyatakan Tidak Memenuhi Unsur Pelanggaran Pemilu

Eliakim Simanjuntak (tengah) saat berbincang bincang dengan sejumlah awak media di Kantor Fraksi Partai Demokrat DPRD Siantar, Rabu 13 Februari 2019. (foto :Hughes)

Siantar, hetanews.com - Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Siantar Timur, Francius M Sipayung, menyatakan Caleg Nomor urut 2, Daerah Pemilihan 3 Kota Siantar Eliakim Simanjuntak tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu. 

Demikian disampaikan oleh Ketua Panwascam Siantar Timur setelah pihaknya menangani dugaan pelanggaran pemilu oleh Eliakim Simanjuntak saat menggelar Reses di kediamanya, Sabtu 2 Februari 2019. 

"Tidak memenuhi unsur, karena syarat formilnya, tidak ada saksi dari masyarakat. Karena yang kita inginkan ada masyarakat yang hadir untuk memberikan keterangan tentang itu," kata Franscius dihubungi via telephone, Rabu (13/2/2019).

Selanjutnya, kata Franscius, saat Reses Sabtu kemarin, Anggota DPRD Siantar itu tidak ditemukan berkampanye dihadapan warga, dan tidak ditemukan Alat Peraga Kampanye (APK).

Setelah Reses digelar, Eliakim Simanjuntak diketahui memberikan amplop berisi Kartu nama dirinya dan uang Senilai Rp. 50 ribu kepada warga yang mengikuti kegiatan reses tersebut. 

Menurut Franscius, kartu nama milik Caleg dari Partai Demokrat, Eliakim Simanjuntak bukan APK tapi Bahan Kampanye (BK).

"Kartu nama bukan APK, tapi masuk bahan kampanye. Saat reses dia (Eliakim) juga tidak ditemui APK-nya, cuman (kartu nama) itu masuk bahan kampanye," ujarnya seraya menambahkan, kartu nama bukan unsur pelanggaran pemilu.

Franscius menjelaskan, amplop berisi uang Rp. 50 Ribu dan kartu nama Eliakim Simanjuntak diketahui dari petugas Panwascam Siantar Timur yang saat itu berada di lokasi.

"Kalau dari masyarakat jelas tidak ada (melapor), dari tim kita yang ada dilokasi," pungkasnya.

Setelah dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan saat reses tersebut, Panwascam Siantar Timur menyurati DPC Partai Demokrat Siantar untuk menghadirkan Eliakim Simanjuntak. 

Baca juga: Sekwan: Ada Anggaran Tunjangan Reses Tanpa LP

Amplop berisi uang Rp.50 Ribu dan Kartu Nama caleg yang tersebar di media sosial. (sumber:facebook)

Eliakim pun hadir satu kali memenuhi panggilan dan memberi keterangan di kantor Panwascam, terkait dugaan pelanggaran Pemilu yang menyeret dirinya. 

"Sekali kita panggil, beliau langsung hadir. Jadi berkasnya kita berhentikan dan sudah kita kirim ke Bawaslu Siantar," ucap Franscius. 

Anggota DPRD Siantar Komisi II, Eliakim Simanjuntak yang ditemui di kantor Fraksi Demokrat DPRD Siantar, Rabu Siang, mengakui telah memenuhi panggilan tersebut. 

Kepada sejumlah awak media, Eliakim Simanjuntak mengungkapkan sedikit kekecewaannya mengenai kedatangan tim Panwascam Siantar Timur ke rumahnya usai reses digelar.

"Ada apa orang Panwas sendiri mengajak aku keluar rumah. Kalau memang betul, dibawannya lah warga yang menjadi saksi mereka. Ini dia (oknum panwas) sendiri yang datang kerumah, pas acara reses selesai," tukas Eliakim kesal.

Masih kata mantan Ketua DPRD Siantar itu, jika saat reses ditemui pelanggaran pemilu, mengapa onkum Panwascam itu  tidak langsung mencegahnya. Apalagi, kata dia, dalam daftar hadir reses tersebut, tidak ada pemberitahuan kehadiran Panwascam Siantar Timur saat Reses digelar.

"Kalau adanya kesalahanku, kalau adanya dilihatnya pelanggaran itu, kenapa gak saat itu juga dihentikan, pas selesai acara, sudah dirumah aku, diajaknya aku keluar mau ngomong, ini apa coba," pungkas Eliakim, seraya mengatakan saat itu Panwascam tidak menunjukkan bukti kartu nama tersebut.

Penulis: gee. Editor: edo.