HETANEWS

Proyek ‘Asal Jadi’, Dana Desa Parsingguran I Diduga Bermasalah

Papan proyek Irigasi Tulpang di Desa Parsingguran I. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Proyek pembangunan saluran irigasi Tulpang yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2018, di area persawahan Bahal, Dusun I, Desa Parsingguran I, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), diduga bermasalah.

Proyek bernilai Rp 243.772.700,- itu disinyalir dikerjakan asal jadi. Sehingga dikhawatirkan kualitas dari bangunan tersebut tak sesuai yang diharapkan masyarakat.

Hal itu disampaikan salah seorang tim investigasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), S Banjarnahor, kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

Saat proses pengerjaan irigasi itu, diungkapkan Banjarnahor, dirinya sudah pernah mengunjungi lokasi tersebut. Saat itu, dia menemukan sejumlah kejanggalan pada proses pengerjaan proyek tersebut. Pemasangan ukuran batu, penyusunan material batu, dan juga perbandingan material semen dan pasir, sebut Banjarnahor, kala itu terlihat tak sesuai semestinya.

Lantai saluran irigasi ditaburi batu ukuran 57 tanpa dicampur adukan semen terlebih dahulu. (Foto/Rachmat Tinton)

“Lantai saluran irigasi langsung ditaburi material batu ukuran 57 tanpa dicampur adukan semen terlebih dahulu. Selain itu, batu juga dipasang tindih-menindih tanpa dibuat adukan semen sebagai pemisah antar batu. Adukan semen dituang setelah batu dengan batu ditindih, “bebernya.

Dikatakan Banjarnahor, dirinya saat itu sudah pernah mengingatkan Kepala Desa Parsingguran I, Hobby Banjarnahor. Waktu itu, kadesnya sudah berjanji akan melakukan perbaikan.

"Saat itu kita sudah ingatkan sama kadesnya. Kita tunggu hingga kini, tapi menurut informasi yang kita dapat dari masyarakat, pekerjaan tersebut tak kunjung diperbaiki. Malah kita dengar, susunan material bangunan dengan cara yang saya bilang tadi sudah ditutupi hingga tak nampak dari luar,"imbuh Banjarnahor.

Terpisah, salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya, mengakui kejanggalan dari proses pengerjaan proyek itu.

Tampak batu dipasang tindih-menindih sebelum adukan semen dipasang. (Foto/Rachmat Tinton)

"Kami sangat prihatin melihat pembangunan fisik yang terkesan asal jadi. Karena itu, aparat penegak hukum dan pihak terkait hendaknya bisa melakukan penyelidikan dan turun langsung ke lapangan. Kami bukan tidak percaya dengan tim monev pemda tapi kami sangat percaya dengan aparat penegak hukum,”ucap warga itu.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kades Parsingguran I, Hobby Banjarnahor, belum berhasil dikonfirmasi. Begitu juga dengan pihak inspektorat Humbahas, belum berhasil ditemui  di kantornya.

Penulis: rachmat. Editor: gun.