HETANEWS

Usai Diperkosa, Pelaku Curas Bawa Kabur Septor dan HP Milik Korban

Tersangka WF (21) saat diamankan tim unit Jahtanras Polres Asahan setelah sebelumnya 'dihadiahi' timah panas di kedua kakinya (kKiri) dan Korban (kanan) SE (19) saat ditemukan warga di pinggir Jalan Lintas Sumatera, Kebun Socfindo, Kecamatan Aek Loba, Kabupaten Asahan. (Foto/Rendi)

Asahan, hetanews.com - Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melalui Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) Polres Asahan, berhasil 'menciduk' WF (21), tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas, red) terhadap korban SE (19), warga Desa Rawa Sari, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

Sebelumya, korban SE ditemukan warga, terkapar bersimbah darah, di pinggir Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Perkebunan Afdeling VI, PT. Socfindo, Kecamatan Aek Loba, Kabupaten Asahan, Minggu (10/2/2019) malam, pukul 19.00 WIB.

Kurang dari 1 x 24 jam, Unit Jahtanras yang dipimpin Ipda Khomaini, berhasil mengungkap identitas tersangka.

Pelaku WF, akhirnya diketahui tinggal di Lingkungan VIII Tanah Tinggi, Gunting Saga, Kota Aek Kenopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Dia diamankan polisi ketika berada di warung milik salah seorang warga, tak jauh dari tempat tinggalnya, Senin (11/2/19) malam, lalu.

“Tersangka terpaksa ditembak dibagian betisnya kedua kakinya karena mencoba melawan saat diciduk,” ucap Wakapolres Asahan, Kompol M Taufik.

Kanit Jahtanras, Ipda Khomaini ketika dimintai keterangannya, mengatakan, kejadian yang menimpa korban berawal dari perkenalan di media sosial Facebook, beberapa hari sebelum kejadian. Melalui pesan messengger, Korban berniat untuk meminjam uang sebesar Rp.12 juta, dengan alasan untuk modal bekerja di Kota Medan.

"Pelaku awalnya menimpali permintaan pelaku dengan menyanggupi permintaan korban. Setelah itu, pelaku mengaku hanya memiliki uang sebanyak Rp. 8 juta dan korban pun menyetujuinya,"ucap Khomaini ketika dihubungi via selulernya.

Lebih lanjut, antara korban dan pelaku berencana mengadakan pertemuan. Tak mau dianggap 'bersedekah', pelaku pun meminta imbalan dengan mengajak korban untuk melakukan hubungan suami-istri.

“Pada pertemuan itu, ternyata korban menolak melakukan hubungan suami-istri. Namun, pelaku nekad memperkosa setelah sebelumnya memukul kepala bagian belakang dan melukai korban dengan senjata tajam, serta pelepah sawit” ungkap Kompol Taufik, dalam keterangannya.

Setelah melakukan tindakan tak manusiawi tersebut, pelaku mengira korban sudah tewas, dan setelah itu berusaha menutupinya dengan cara menumpuk pelepah sawit dan rerumputan di atas tubuh korban. Kemudian, pelaku pun membawa kabur sepeda motor (septor, red) Honda Supra X 125, berikut 1 unit handphone milik korban.

Dalam kasus tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara.

Penulis: rendi. Editor: gun.