Sat 20 Apr 2019

Istri TKI Asal Siantar Terdakwa Hukuman Mati di Malaysia Buat Surat Kepresiden, Ini Kata Kuasa Hukumnya

Asnawati boru Sijabat (34) membuat surat buat Presiden Joko Widodo untuk menolong suaminya yang terancam hukuman mati di Malaysia.

Siantar, hetanews.com - Asnawati boru Sijabat (34), istri dari Jonathan Sihotang (31), terdakwa hukuman mati di Pengadilan Penang di Malaysia, membuat surat yang ditujukan terhadap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Selasa (12/2/2019).

Surat tersebut ditulis  Asnawati agar dapat menolong dan meringankan nasib suaminya Jonathan Sihotang di Malaysia yang terancam hukuman mati.

Adapun penggelan isi surat yang dibuat Asnawati buat Presiden sebagai berikut.

"Bermohon kepada bapak Presiden Joko Widodo agar menolong suami saya yang saat ini terancam hukuman mati/gantung karena telah membunuh majioannya, lantaran gajinya selama 1 tahun tidak dibayar," tulisnya dalam surat.

"Saya selaku istrinya tidak dapat berbuat apa-apa selain bermohon kepada bapak Presiden Joko Widodo untuk menolong suami saya. Saya dan suami saya orang tidak mampu itu sebabnya kami bekerja di Malaysia. Tolong lah Pak Joko Widodo," tulisnya.

Sementara itu, Parluhutan Banjarnahor yang dihunjuk menjadi kuasa hukum keluarga Jonatan Sihotang menyampaikan, memang benar, istri dari Jonatan yakni, Asnawati benar ada membuat surat untuk presiden Joko Widodo.

"Benar bang, memang ada Asnawati membuat surat buat Presiden dan sudah saya klarifikasi langsung," ujar Parluhutan ketika dihubungi.

Hanya saja, kata Parluhutan lagi, surat tersebut belum dikirim ke Presiden.

Sebelumnya diberitakan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Siantar Jonatan Sihotang (31) terancam hukuman mati oleh Pengadilan Malaysia. Jonatan sendiri didakwa pasca membunuh dan menganiaya sehingga satu orang meninggal dunia dan dua orang kritis.

Dari kampung halaman Jonatan di Jalan Damar Laut, Kecamatan Siantar Utara, pihak keluarga sudah menghunjuk Parluhutan Banjarnahor sebagai kuasa hukum.

Kata Parluhutan, pemerintah Indonesia sendiri sudah melakukan pendampingan hukum terhadap Jonatan.

"Keluarga terdakwa sangat berharap kepada pemerintah Indonesia untuk terus melakukan pendampingan. Keluarga berharap ada keringanan hukuman terhadap Jonatan," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: tom.