Thu 21 Feb 2019

Dua Warga Tebing Didakwa Kurir Sabu di PN Simalungun

Dua terdakwa didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua warga Tebingtinggi, Ermansyah Lubis alias Manca (58) dan Abdul Khoir Nasution alias Koor (33), didakwa sebagai kurir sabu, di PN Simalungun, Selasa (12/2/2019).        

Dakwaan jaksa Dedi Chandra Sihombing, yang dibacakan Weni Julianti Situmorang,  menyebutkan, keduanya ditangkap petugas Satnarkoba Polres Simalungun, yaitu, Parlin Saragih, Fernando Nababan dan Efraim Purba, pada Rabu, 19 September 2018, lalu, pukul 20.00 WIB, dari depan Mesjid Al Mukhlisin, di Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar.        

Manca dan Koor, diamankan bersama sebuah plastik asoy warna merah dari genggaman tangan Manca. Didalamnya berisi sabu seberat 80,86 gram. Para terdakwa, dijerat jaksa dengan pasal 114 dan pasal 112 (1) Jo pasal 132 UU RI No.35/2009 tentang narkotika.         

Setelah diinterogasi, Manca mengakui, sabu itu diambil dari pagar  mesjid atas perintah Budi alias Genit alias Telor (DPO) yang disebut sebagai warga binaan Lapas Kelas IIA Siantar. Manca dijanjikan terima upah Rp1 juta, jika sabu sudah diantarkan kepada seseorang yang nantinya akan menghubunginya.     

Lalu Manca mengajak terdakwa Khoir  mengambil sabu di dekat Mesjid mengendarai Honda Vario.  Atas dakwaan jaksa itu, terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba dari Posbakum PN Simalungun, mengatakan dijebak.       

"Katanya dijebak yang mulia, untuk itu perlu pembuktian,"kata Antoni.        

"Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan ditunda Selasa depan,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti, sambil mengetuk palu dan menutup sidang.

Penulis: ay. Editor: gun.