HETANEWS

Datun Kejari Simalungun Berhasil Tagih Tunggakan Iuran BPJS Ratusan Juta Rupiah

Kasi Datun, Pitri Yani SH. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Bidang Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara)  Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun telah berhasil menagih tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan, sekitar Rp 106.547.391, pada Desember 2018, lalu.            

Demikian diungkapkan Kajari, melalui Kadi Datun, Pitri Yani, didampingi jaksa, Julita Nababan, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (12/2/2019).            

Sesuai data  yang diterima pihak Datun Kejari Simalungun, sebelumnya ada  44 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan telah membuat SKK (Surat Kuasa Khusus) dengan Datun, pada bulan Oktober 2018, lalu, jelas Pitri              

Sesuai laporan dari kantor BPJS, jumlah tunggakan hingga Oktober 2018 mencapai Rp 923 juta. Kemudian pihak Datun selaku pengacara Negara, melakukan penagihan dengan cara mengundang ke 44 perusahaan yang tertunggak untuk membayar tunggakannya. Ternyata yang hadir pada Desember 2018 itu, hanya 27  perusahaan dan membayar tunggakannya.               

Sedangkan terhadap  17 perusahaan lagi, Datun akan menindaklanjuti dengan cara mengundang kembali untuk mediasi, sebut Julita Nababan, sembari menunggu SKK Tahun 2019.                

Julita menambahkan,  untuk BPJS Kesehatan ada 45 yang sudah membuat SKK. Ketika Datun mengundang untuk mediasi, di bulan Desember 2018, lalu, yang hadir ada 22 dan sudah memasukkan registrasi. Kemudian terhadap 23 yang tidak hadir akan diundang kembali pada bulan yang akan datang, guna melengkapi registrasi, sebutnya.                  

Pitri Yani mengatakan, terhadap perusahaan yang menunggak BPJS telah menandatangani surat  perjanjian yang isinya akan melunasi tunggakannya hingga Mei 2019.

Penulis: ay. Editor: gun.