Thu 21 Feb 2019

Sok Jago jadi Kurir Sabu, Dituntut 7 Tahun Minta Ampun

Jaksa Weni Julianti Situmorang saat membaca tuntutan Prawira, di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Prawira Dwika Septiana (20), warga jalan Farel Pasaribu Siantar, akhirnya dituntut 7 tahun denda Ro.800 juta  subsider 3 bulan penjara, di PN Simalungun, Selasa  (12/2/2019). Terdakwa yang berprofesi sebagai montir bengkel ini, terbukti menjadi kurir sabu seharga  Rp.900 ribu.          

Jaksa penuntut umum, Weni Julianti Situmorang, menyatakan, terdakwa terbukti bersalah  melanggar pasal 112 (1) UU RI no 35/2009 tentang narkotika.

Sesuai fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa ditangkap petugas Satnarkoba, Andi Nainggolan dan Marudut Nababan, pada Senin, 31 Maret 2018, sekitar pukul 20.39 WIB, lalu, dari atas sepeda motornya, di samping RM Cindelaras, di jalan Asahan.            

Penangkapan setelah adanya informasi. Dari terdakwa disita sabu seberat 0,80 gram dari dalam kotak rokok magnum blue yang diselipkan, di dashboard sepeda motornya.         

"Sabu tersebut akan diantarkan kepada Azan,"kata saksi sebelumnya dalam persidangan pembuktian. Sabu sebanyak itu dibeli dari Upin (DPO).          

Atas tuntutan jaksa itu, terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba, mengaku menyesal dan minta agar majelis hakim meringankan hukumannya.                   

Untuk mempertimbangkannya dalam putusan, ketua majelis hakim, Roziyanti, didampingi dua hakim anggota, menunda persidangan hingga Selasa depan.

Penulis: ay. Editor: gun.