Mon 18 Feb 2019

Dirikan 'Taman Belajar Masyarakat', Polisi di Asahan Ini Berikan Contoh Positif bagi Sekitarnya

Aiptu Nauli Parlaungan Siregar diabadikan bersama seorang satpam (kanan) dan ketika akan menunaikan ibadah Haji bersama Istri, Susilawati Br Pulungan. (Foto/Istimewa)

Asahan, hetanews.com - Menjadi abdi negara adalah dambaan sebagian warga negara, tak terkecuali profesi Polri. Akan menjadi sangat berkesan ketika seseorang yang menjadi bagian dari Aparat Penegak Hukum (APH) tersebut dapat berbuat hal-hal positif untuk lingkungan di sekitarnya.

Seperti diperlihatkan Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Pol. H. Nauli Parlaungan Siregar (41), seorang Bintara Tinggi yang pada 1998 menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali, Medan.

Pejabat di jajaran Polres Asahan yang saat ini menjabat sebagai Ka. SIM Satlantas Polres Asahan ini, membuktikan, bahwa profesi yang dicita-citakannya sejak bersekolah di SMA Negeri 2 Padang Sidempuan dan tamat pada 1994 silam dapat berdampak positif untuk warga dan masyarakat, di lingkungan tempat tinggalnya.

Tim hetanews.com berkesempatan menyambangi tempat tinggalnya, di Jalan Cakrawala, Dusun IV, Desa Tanjung Alam, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Propinsi Sumatera Utara, Minggu (10/2/2019) malam, pukul 20.00 WIB.

Pria kelahiran 13 September 1978 dan beristrikan Susilawati Br Pulungan (38) ini, selain mempunyai jiwa sosial tinggi, pada kesempatan tersebut, tim juga melihat langsung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di yayasan milik keluarga yang bernama 'Taman Belajar Masyarakat Hj Rohimah'.

Dibimbing seorang ustadz (bawah), tampak pada gambar suasana proses belajar mengajar di kediaman milik Aiptu Pol. H. Nauli Parlaungan Siregar (kopiah putih) yang diberi nama 'Taman Belajar Masyarakat Hj. Rohimah'. (Foto/Rendi)

Pada KBM tersebut dimentori oleh seorang Ustadz yang juga guru di salah satu sekolah di Kabupaten Asahan. Kegiatannya diawali dengan baca tulis Al-Qur'an dan selanjutnya diisi dengan pemahaman wawasan kebangsaan, intelegensi umum dan keilmuan sains serta teknologi.

"Selain sebagai pelindung, Polisi juga dituntut sebagai pengayom masyarakat, mungkin inilah sebagian bentuk pengayom masyarakat tadi, bukan bermaksud riya' apalagi sombong, namun tujuannya lebih kepada untuk memotivasi serta ikut berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya ikut mendukung visi Pemkab Asahan yakni religius, sehat, cerdas dan mandiri," ungkap Nauli kepada hetanews.com

Salah seorang warga setempat, Anhari (24) ketika dimintai komentarnya, mengatakan, bahwa sosok polisi yang memiliki 3 orang putra, yakni, Azka (18), Dika (14) dan Ragil (9), merupakan pribadi yang dermawan, santun dan agamis.

"Pak Nauli itu orangnya memang dermawan, Bang dan Bapak itu selain buat kegiatan belajar mengajar di rumahnya, Bapak itu juga sering menyisihkan sedikit rezeki dari usahanya (Waterboom Ragil dan Kursus Mengemudi 'Kita', red) untuk kepentingan masyarakat disini dan kemarin ada pembangunan mesjid beliau juga salah satu donaturnya,"ucap Anhari yang merupakan alumni MAN Kisaran ini.

Penulis: ren. Editor: gun.