HETANEWS.COM

Miris, Anggota DPRD Humbahas tak Ada yang Hadir di Musrenbang Pollung

Suasana Musrenbang Kecamatan Pollung yang tidak dihadiri salah seorang pun anggota DPRD, Selasa (12/2/2019). (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), seyogianya harus menghadiri setiap penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), baik ditingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Namun kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan yang kali ini giliran Kecamatan Pollung,  tak dihadiri seorang pun anggota DPRD.

Pantauan wartawan, Musrenbang tingkat kecamatan yang dihelat, di aula Kantor Kecamatan Pollung, Selasa (12/2/2019), dihadiri Bupati Dosmar Banjarnahor, Kadis Perhubungan, Jaulim Simanullang, Kadisnaker, Jhoni Gultom, Kadis PUPR, Jhonson Pasaribu , Kadis Perkim, Rockypeller Simamora, Kepala Bappeda, Hotmaida Butarbutar, Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan, Rudy Simamora, Camat Pollung, Parman Lumban Gaol, dan beberapa pimpinan SKPD lainnya. Namun kehadiran anggota DPRD dari Dapil I itu, nihil.

Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)  RIB, Rijhondy Siregar, sangat menyayangkan sikap dari para anggota dewan tersebut. Dijelaskannya, anggota DPRD seharusnya tidak boleh absen. Apalagi ketidakhadiran mereka dilakukan secara berjamaah. Hal itu dimaksud, sebut Rijhondy, agar anggota dewan bisa mendengar sekaligus mengawal program-program prioritas yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Rijhondy mengatakan, tugas dan fungsi DPRD dalam rangka ikut membangun daerah, salah satu prosesnya melalui Bottom Up Planing dari bawah, yang diawali Musrenbang.

Usulan masyarakat dari kegiatan Musrenbang mulai dari tingkat desa hingga kecamatan akan menjadi referensi DPRD dalam menentukan kebijakan pembangunan yang diajukan oleh eksekutif.

"Hasil Musrenbang akan mereka saring bersama dengan para perwakilan masyarakat, para pimpinan SKPD, dan Bupati, mana yang menjadi skala prioritas untuk diperjuangkan dalam Musyawarah rencana pembangunan ditingkat kabupaten. Nah kalau absen begini, apalah jadinya?,” ujar Rijhondy.

Ditegaskannya, masyarakat boleh menjadikan ketidakpedulian para anggota dewan tersebut sebagai bahan referensi mereka dalam memilih anggota legislatif di Pemilu 17 April 2019 mendatang. Masyarakat diminta supaya lebih bijak dan mengevaluasi seluruh kinerja para anggota DPRD yang mereka pilih sebelumnya.

“Perlu wajah baru. Anggota DPRD yang lebih aktif bermasyarakat. Setiap masyarakat harus lebih bijak ke depan dalam memilih perwakilan mereka di legislative,"sebutnya.

Menurutnya, dari hasil mengikuti Musrenbang kecamatan Pollung itu, mayoritas usulan yang disampaikan oleh masyarakat masih berkaitan dengan program pembangunan infrastruktur terutama jalan.

“Masyarakat menaruh harapan besar terhadap manfaat kegiatan Musrenbang, agar usulan pembangunan yang mereka sampaikan dapat terwujud meski satu pun anggota DPRD tak ada yang hadir,“pungkasnya.

Penulis: rachmat. Editor: Gunawan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!