HETANEWS

Teka Teki Bos Tekstil Bandung yang Diduga Dimutilasi di Malaysia

Foto: Wisma Putra

Bandung, hetanews.com-Ujang Nuryanto (37) bersama seorang wanita bernama Ai Munawaroh terbang ke Malaysia pada 17 Januari untuk urusan bisnis.

Nuryanto yang merupakan pengusaha tekstil asal Kabupaten Bandung itu akan menagih hasil penjualan dari rekan bisnisnya Rp 7 miliar. Namun keduanya tak kembali. Keluarga mendapat kabar, Nuryanto dan Ai jadi korban mutilasi di Malaysia.

Mayat yang diduga keduanya ditemukan mengenaskan dengan kondisi busuk dan dimutilasi di pinggir Sungai Laboh, Selangor, Malaysia, 26 Januari atau sepekan setelah keluarga keduanya kehilangan kontak pada 22 Januari.

"Aa berangkat Tanggal 17 Januari. Bilangnya, Mi Aa berangkat ke Malaysia, terus saya suruh packing. Aa bilang di sana sampai Tanggal 23 Januari," kata Meli Rahnawati (33), istri Nuryanto, ditemui di kediamannya, kemarin (11/2/2019).

Meli mengaku tidak mengenal perempuan yang bersama suaminya itu. Sepengetahuannya, Nuryanto pergi sendiri. Namun dari penelusuran keluarga dari maskapai penerbangan, ternyata Nuryanto memang pergi bersama dengan Ai Munawaroh.

Menurutnya Nuryanto pergi ke Malaysia untuk menagih uang ke rekan bisnisnya dan mengecek sisa barang berbentuk pakaian yang belum laku. Ia akan menemui rekan bisnisnya bernama Muhammad Jimy. 

"Ke Malaysia mau bawa uang. Aa bilang, Mi barang di sini (Malaysia) masih banyak sekitar Rp 2 miliar. Kalau yang sudah laku Rp 7 miliar," ujarnya.

Selama di Malaysia, Meli bercerita Nuryanto selalu menghubunginya. "Sabtu, Tanggal 19 nelepon. Senin, Tanggal 21 nelepon juga. Senin malamnya, masih di Tanggal 21 Januari nelepon lagi. Hilang kontak Tanggal 22 Januari," ungkapnya.

Bahkan pada 19 Januari, Nuryanto berulangtahun ke 37. Meli mengaku hari itulah terakhir kalinya ia mengucapkan selamat ulang tahun.

Menyadari suaminya tak bisa dikontak, Meli mengaku ia dan anak-anaknya resah. Anak terbesarnya beberapa kali menghubungi melalui whatsapp, namun tidak pernah berhasil. Telepon suaminya tidak aktif.

"Dapat kabar dari adik Aa. Kamis, Tanggal 31 di kabarin di Malaysia ditemukan sesosok mayat, itu diperkirakan Aa," ujar Meli sambil mengusap air matanya.

Untuk memastikannya, akhirnya adik Nuryanto bernama Pupu terbang ke Malaysia pada 4 Februari untuk test DNA. "Adiknya tes DNA ke Malaysia, tapi belum tau pasti Aa atau bukan. Katanya hasil DNA belum keluar, dua Minggu paling lambat dan satu bulan paling lama," katanya.

Selama menunggu kepastian dari hasil test DNA, Meli mengaku cemas. Ia berharap pemerintah Indonesia membantunya menelusuri keberadaan suaminya. "Saya mohon kepada pemerintah, kasus suami saya, kalau itu benar suami saya tolong usut secara tuntas dan pelakunya siapa mohon dihukum dengan hukuman yang ada," harapnya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan atase Polri di Kuala Lumpur dan tim KBRI Kuala Lumpur sudah dan terus akan berkoordinasi dengan pihak PDRM dalam proses penyelidikan kasus tersebut.

sumber: detik.com

Editor: sella.