Wed 24 Apr 2019

Mata Publik Helat Acara Hari Pers Nasional

Suasana diskusi dalam rangka Hari Pers Nasional yang dihelat Komunitas Mata Publik. (foto/pranoto)

Siantar, hetanews.com - Komunitas Mata Publik menggelar diskusi dalam rangka Hari Pers Nasional, di Pininta Cafe, Jl. MH Sitorus Siantar, Senin (11/2/2019).

Acara dihadiri Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Simalungun, Warsito, mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos, Alvin Husein Nasution, Praktisi Hukum, Daulat Sihombing, dan Pimpinan Umum Media Siberia Hetanews.com, Bongsu Pakpahan.

Anugrah Riza Nasution, selaku moderator dalam acara itu, membuka sesi pertama diskusi dengan membahas sejarah pers nasional dan perkembangan pers, dimulai sejak era orde baru hingga sampai sekarang ini.

Dalam paparannya, Bongsu Pakpahan, mengatakan, bahwa hakikat jurnalis saat ini telah bergeser substansinya. Dimana jurnalis sebagai salah satu profesi, telah dipandang berbeda oleh kebanyakan wartawan yang menganggap dirinya, hanya karyawan perusahaan.

"Sebagai jurnalis, kita menempatkan diri sebagai profesi. Orang yang menjual jasa, bukan karyawan perusahaan yang terus mengharapkan gaji bulanan dari perusahaan. Dengan karya yang kita ciptakan, kita mencari penghasilan," ujarnya.

Sementara itu, Alvin Husein Nasution, berpendapat, hal yang paling krusial dalam penegakan kode etik jurnalistik ialah dimulai dari awal sejak seseorang menyandang gelar wartawan.

"Membaca adalah kewajiban bagi setiap orang termasuk jurnalis, untuk mengetahui banyak hal. Kode etik jurnalistik harus dipahami sejak awal, sebelum seseorang menyandang status jurnalis," katanya.

Kegiatan diskusi ini juga dihadiri sejumlah komunitas pemuda/i Siantar, diantaranya, Komunitas Ruang Suara, Komunitas Akar Rimba dan sejumlah awak media lain dari berbagai perusahaan media.

Penulis: pranoto. Editor: gun.