HETANEWS

Ingat! Parkir di Kisaran itu Tarifnya Segini dan Lokasinya Disini, Berikut Daftarnya

Sekretaris, Halim dan Kepala Bidang Manajemen Rekayasa, Maharani alias May pada Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan, ketika ditemui, di ruang kerjanya. (Foto/Rendi)

Asahan, hetanews.com-Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Asahan, Halim yang juga bertindak selaku Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID), didampingi beberapa 5 pejabat teras, di instansi tersebut, memberikan keterangan terkait dugaan maraknya petugas dan titik lokasi parkir yang belakangan ini, meresahkan warga, Senin (11/2/2019) pagi, di ruang kerjanya.

Keterangan yang berhasil terhimpun awak media ini, diantaranya, terkait tarif parkir, jumlah petugas parkir, titik-titik lokasi parkir, target pendapatan asli daerah (PAD) dan dugaan kongkalikong antara oknum Dishub Asahan dan petugas parkir liar.

Tarif parkir yang telah disahkan menjadi Perda nomor 12 tahun 2011, tentang Retribusi Jasa Umum adalah sebagai berikut (terlampir, red), titik-titik yang menjadi objek perparkiran (terlampir, red).


Tarif retribusi parkir beserta titik-titik lokasi yang menjadi objek pengutipan di wilayah Kabupaten Asahan. (Foto/Istimewa)

Selanjutnya, menurut Kabid Manajemen Rekayasa,  Maharani alias May, ketika ditanyai soal PAD dari sektor parkir, mengatakan, bahwa target PAD sebesar Rp. 1.000.000.000 (1 milyar) di tahun 2018, lalu, hanya mampu terealisasi sebesar 30%, yakni, sebanyak Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta) rupiah.

"Target yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan untuk sektor parkir di tahun 2018 lalu sebesar Rp1 Milyar, tapi kita hanya mampu merealisasikan sebesar Rp300 juta lebih,"ungkap May kepada hetanews.com.

Sementara Sekretaris Dishub Asahan, Halim, ketika disinggung mengenai dugaan kongkalikong oknum di instansinya, dengan petugas parkir, mengatakan, bahwa hal itu tidak benar. Masih katanya, personil Dishub Asahan malah sedang giat-giatnya memberantas para petugas parkir liar dan pada bulan Januari 2019, lalu, berhasil menertibkan 5 orang petugas parkir yang mengaku-ngaku mendapat 'mandat', namun setelah diintrogasi lebih lanjut, mengakui, bahwa semuanya merupakan petugas parkir 'abal-abal'.

"Mereka yang kedapatan 'mengaku-ngaku' sebagai petugas parkir, hanya kita kenai tindakan disiplin dan tertulis, karena mengingat mereka juga 'cari makan' untuk keluarganya. Jumlah petugas parkir yang terdaftar disini (Dishub Asahan, red) itu 75 orang yang tersebar di titik-titik lokasi yang telah ditentukan dan mereka menerima honor tiap bulannya sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah)," tegas Halim mengakhiri.

Penulis: rendi. Editor: gun.