HETANEWS

Diancam 7 Tahun karena Sabu, Kurnia dan Mansyur Kompak Minta Dihukum Ringan

Dua terdakwa disidang berjalan menuju ruang tahanan usai dituntut 7 tahun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua warga Jalan Pesantren, Kelurahan Pondok Sayur Siantar, Kurnia Surbakti alias Bhakti (24) dan M Mansyur alias Maman (24), masing-masing dituntut 7 tahun denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (11/2/2019).

Jaksa Juna Karo Karo, mempersalahkan para terdakwa dengan pasal 112 (1) jo pasal 132 UU RI NO 35/2009 rentang narkotika.      

Menurut jaksa, sesuai fakta hukum yang terungkap di persidangan, Kurnia Surbakti  dan M Mansyur, ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun. Saksi Parlin Saragih, Marudut Nabababn, dan Andi Nainggilan, lebih dulu menangkap terdakwa Mansyur, di Gang Inpres Nagori Karang Sari, pada  Jumat, 20 Juli 2018, pukul 20.00 WIB, lalu.      

Dari terdakwa Mansyur, polisi menyita sepaket sabu yang dibuang Nopri saat mengendarai motor. Nopri berhasil melarikan diri, sedangkan terdakwa Mansyur yang dibonceng langsung ditarik petugas.     

Mansyur mengaku sabu tersebut adalah milik Nopri yang dibeli melalui terdakwa Kurnia. Polisi pun berhasil menangkap Kurnia dari sebuah warung miso, di Pondok Sayur, yang tak jauh dari rumahnya.     

Dari terdakwa Kurnia, petugas juga menyita sepaket sabu. Keduanya dalam persidangan, didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba, secara lisan minta agar hukumannya diperingan dengan alasan menyesal.      

"Saya menyesal yang mulia, saya mohon hukuman saya diringankan," kata terdakwa secara bergantian.     

Untuk mempertimbangkannya dam putusan, majelis hakim, Novarina Manurung, Nasfi Firdaus, dan Justiar Ronald, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.