Thu 21 Feb 2019

Pengacara Jan Hariono Pertanyakan Status Lindawati

Ilustrasi (Foto/Int)

Siantar, hetanews.com - Pengacara Jan Hariono, Herlianda Saputra yang saat ini diamankan oleh Poldasu atas persangkaan memasukkan keterangan palsu kedalam akta auntentik mempertanyakan status dari Lindawati alias Juiling yang sudah di peroses oleh Polres Simalungun ditahun 2014 lalu.

Berdasarkan keterangan Herlianda kasus antara Jan Hariono dengan Lindawati bermula dari akta jual beli yang diperbuat oleh Notaris/PPAT Rahmat RPL Tobing SH tanggal 28 Desember 2001 terhadap sertifikat-sertifikat hak milik terbitan pertama oleh BPN Simalungun tanggal 7 Oktober 2000 atas nama Jen Hariono Pasaribu Cs beserta suami dari Lindawati.

Seluruh sertifikat Tanah kurang lebih sebanyak 23 Sertifikat yang di keluarkan tersebut dipegang oleh suami dari Lindawati, seiring berjalannya waktu suami Lindawati kemudian meninggal dunia, kemudian Jan Hariono Cs menagih sertifikat itu kepada Lindawati, namun Lindawati selalu berkelit jika sertifikat tersebut tidak ada pada dirinya.

mendengar pengakuan tersebut kemudian Jan Hariono melaporkan hal tersebut kepihak Kepolisian untuk meminta surat kehilangan.

"Nah seluruh syarat sudah dilakukan, yaitu mengajukan kepada BPN, kemudian menerbitkan pemberitahuan tercecer di Media," katanya.

Setelah seluruh prosedur dilakukan kemudian surat duplikat sertifikat akhirnya keluar dari BPN, namun disaat itulah Lindawati menberitahukan jika sertifikat tersebut berada ditangannya, mendengar hal tersebut Jan Harioni Cs geram dan akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polisi.

"berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor: B/01/I/2019/Reskrim Polres Simalungun tanggal 4 Januari 2019 menyatakan dari hasil penelitian jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Simalungun bahwa penyidikan atas perkara laporan polisi Nomor: LP/129/V/2016/SU/Simal tanggal 14 Mei 2016 dengan tersangka Lindawati alias Juiling sudah dinyatakan lengkap (P21),"sebutnya.

Masih kata Herlianda hal tersebut juga tertuang dalam surat Kajari Simalungun Nomor: B-3211/N.2.24/Epp.1/12/2018 tanggal 18 Desember 2018.

"Namun sampai saat ini tersangka dan barang bukti belum dilimpahkan ke JPU," katanya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi Jan Hariono melalui pengacaranya terkait kasus tersebut, padahal akibat dari laporan kehilangan yang disampaikan Jan Hariono ke Polres Simalungun menjadi dasar Jan Hariono ditahan di Poldasu.

"Ini justru jadi tanda tanya besar, karena klien kami sudah di jebloskan ke penjara, sedangkan Lindawati yang kasusnya sudah P21 masih belum diserahkan ke Kejaksaan,"tutupnya.

Penulis: tom. Editor: tom.