HETANEWS

Pajang Spanduk, Sesepuh PDIP Ini Sampaikan Sindiran Keras dan Isinya Cukup 'Menohok'

Spanduk yang bertuliskan sindiran keras dan 'menohok' yang terpajang di pinggiran Jalan Elang, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumut. (Foto/Rendi)

Asahan, hetanews.com - Sebuah spanduk bertuliskan kata-kata 'menohok' dan sindiran keras kepada  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dan kepada para Calon Legislatif (caleg), terkhusus daerah pemilihan (Dapil) I meliputi, Kecamatan Kota Kisaran Timur dan Kota Kisaran Barat, terpajang di rumah salah seorang warga, di Jalan Elang, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Sabtu (9/2/2019) siang.

Adalah rumah kontrakan milik Manogar Sinaga (68), warga setempat yang memajang spanduk dengan ukuran 5 x 1 meter ini, tepat berada di halaman depan rumah miliknya. Ia mengatakan, bahwa spanduk tersebut, merupakan bentuk sindiran, serta aspirasi dari warga yang berdomisili di daerah tersebut.

Adapun kalimat yang tertulis di spanduk tersebut yakni "HAI PEMKAB ASAHAN, KAMI MEMBAYAR PBB LOOO...! DAN KAMU CALON-CALON ANGGOTA DPRD KAB. ASAHAN KHUSUS DAPIL I KAMU BILANG KAMU WAKIL-WAKIL RAKYAT, DIMANA PERHATIANMU MELIHAT JALAN ELANG INI, DARI TAHUN KE TAHUN TETAP SEPERTI INI, TIDAK ADA ARTINYA GAMBAR-GAMBAR KAMU DIPAJANG DI DAPIL I INI. HORASMA DABA,".

Ketika ditemui di kediamannya, Manogar Sinaga (68) yang juga sesepuh (senior,red) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan mulai tahun 1986 silam telah aktif berkecimpung, di dunia partai berlambang moncong putih tersebut, menceritakan, bahwa ia dan warga sekitar sangat kecewa dengan Pemkab Asahan yang terkesan membiarkan kondisi akses jalan yang dianggap dari tahun ke tahun tidak ada perubahan.

Kader militan PDIP, Manogar Sinaga (68). Tampak dalam gambar sambil mengacungkan jari serta terlihat di kediamannya, banyak terpajang sosok tokoh bangsa mulai dari Presiden pertama RI, Soekarno, Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri dan Menko PMK RI, Puan Maharani. (Foto/Rendi)

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para caleg yang berkompetisi untuk memperjuangkan aspirasi warga, terutama warga yang sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut.

"Kita (warga, red) sudah muak mendengar janji-janji politik dari caleg yang katanya akan menjadi pengayom dan pemerhati rakyat, setelah duduk (menjabat, red) nanti, mereka-mereka itu pura-pura amnesia (lupa ingatan, red), ungkap Sinaga kepada hetanews.com.

Dia mengharapkan perhatian serius dari Pemkab Asahan yang notabenenya sebagai unsur pemangku kepentingan yang dinilainya tidak sesuai dengan apa yang diprogramkan Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang. Terlebih, katanya, juga tidak sejalan dengan program Nawacita Presiden RI, Joko Widodo yang hari ini sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan insfratruktur, baik jalan, jembatan, tol, embung dan lain sebagainya.

"Kita berharap ada semacam solusi yang dapat ditawarkan Pemkab Asahan, karena jalan ini merupakan objek utama dalam menggenjot perekonomian masyarakat sekitar,"tandas Sinaga dengan nada pelan dan 'terenyuh' karena sedang menderita stroke ringan.

Penulis: rendi. Editor: gun.