HETANEWS

Puluhan Hektar Padi di Desa Banjar Ganjang Terancam Gagal Panen

Lahan persawahan di Desa Banjar Ganjang kekeringan dan terancam gagal panen. (foto/aldy)

Tobasa,hetanews.com - Puluhan hektar tanaman padi, di Desa Banjar Ganjang,  Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), terancam gagal panen. Hal itu diakibatkan hujan yang tak kunjung turun, hingga menyebabkan lahan sawah kekeringan.

“Sudah satu bulan tidak turun hujan. Jadi sawah kami sekarang sudah kering dan tanaman padi kami terancam mati,”ujar Soudibio Sitorus, salah seorang petani, warga  Desa Banjarganjang, Sabtu (9/2/2019).   

Menurut Soudibio, keringnya lahan persawahan akibat musim kemarau di daerah itu. Padahal menurut prediksi petani, hingga April 2019 mendatang masih termasuk musim hujan, katanya.

“Biasanya di bulan Februari hingga April diprediksi  musim hujan. Tapi sejak pertengahan Januari, setelah masa tanam, tidak ada hujan,” tuturnya.

Hal senada dikatakan Dani Manurung, Kepala Dusun 1, Desa Banjar Ganjang,  yang juga memiliki sawah. “Seluas 5  hektare sawah yang ada di Dusun 1  hampir semuanya terancam mati dan dikawatirkan dapat menyebabkan gagal panen,”katanya. 

Dani  berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Samosir agar memberi bantuan atau pembinaan. Agar masalah ini tidak berkelanjutan untuk musim tanam tahun depan, harapnya.

Kepala Desa Banjar Ganjang, Safri Manurung, mengatakan, kekeringan sudah melanda hampir di seluruh areal persawahan. “Kekeringan di semua persawahan sekitar 35 hektare. Jika sampai  minggu ini  hujan  tak kunjung turun, tanaman  padi akan mati,”kata dia.

Penulis: aldy. Editor: gun.