Sat 20 Apr 2019

Petugas Parkir di Kisaran Resahkan Warga

Puluhan petugas parkir yang tersebar di beberapa titik di Kota Kisaran sedang menunggu antrian saat akan menerima honor (gaji, red) yang berjumlah Rp500.000 /bulannya di Kantor Dishub Asahan, Jalan Abdi Satya Bakti, Kisaran, Jumat, (8/2/2019). (foto/Istimewa).

Asahan, hetanews.com - Maraknya parkir liar dan pungutan yang tidak sesuai dengan Perda nomor 12 tahun 2011 tentang Jasa Retribusi Umum di Kisaran meresahkan warga. Apalagi petugas parkir terkesan memaksa ketika meminta tarif yang tidak masuk akal.

Salah seorang karyawan dealer sepeda motor di Kota Kisaran, Iswahyudi (28), warga Kecamatan Air Joman sempat menerima perlakuan yang tidak mengenakan ketika berada di salah satu restoran cepat saji di Jalan Jenderal Sudirman by Pass, Kisaran. Jumat (2/2/19).

Saat itu ia memarkirkan sepeda motornya di halaman restoran dan bergegas memesan makanan dengan cara dibungkus. Kurang lebih 3 menit ia memarkirkan sepeda  motornya. Ketika hendak pulang, tiba-tiba muncul petugas parkir yang mengenakan identitaskan petugas parkir Dishub Asahan.

Seperti rompi oranye dan bed yang dikenakan petugas parkir pada umumnya. Menurut Iswahyudi, petugas parkir tersebut memaksanya untuk membayar retribusi. Merasa 'dikadal-kadalin' ia pun sempat menolak memberikan uang tersebut dan berujung cek-cok mulut. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten  Asahan, Yusuf. (foto/ren)

"Ia, Bang, cara mintanya itu kayak preman. Sempat nolak juga aku, karena menurutku di sini gak ada dikenakan tarif parkir. Pihak KFC itu biasanya yang udah setor ke Dispenda, karena setahuku juga, pajak restoran itu alurnya ke Dispenda. Ini kok ada pulak tukang parkir yang sebelumnya kutengok gak ada, ehh tiba-tiba muncul. Terakhir kukasih juga sama tukang parkir 'kampret' itulah, daripada cek-cok terus. Mungkin ada permainan (kongkalikong, red) ini antara orang Dishub sama tukang parkir itu," papar Yudhi kesal.

Masih kata Yudhi, bukan dirinya saja yang menjadi korban 'akal-akalan' oknum petugas parkir yang diduganya tidak jelas tersebut. Beberapa minggu yang lalu di pertengahan Januari 2019, ia dan rekan-rekan kerjanya sedang makan siang di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Imam Bonjol Kisaran, juga mendapatkan perlakuan yang hampir sama.

"Waktu itu kami ada lima kereta (sepeda motor, red). Kalikan ajalah, Bang sudah berapa duit itu. Ada yang 5.000 dan ada yang 2.000 kawanku ngasih, bervariasi lah pokoknya. Tengok-tengok kantongnya juga," ungkap Yudhi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten  Asahan, Yusuf ketika dihubungi, Jumat (8/2/19) sore sekitar pukul 17:00 WIB awalnya tidak merespon. Namun sekitar  pukul 22:55 WIB, pesan yang disampaikan awak media ini berbalas.

"Jumpa dengan kepala bidang (Kabid, red) saja ya, Dek, terima kasih," tulus Yusuf melalui pesan WhatsApp.

Penulis: ren. Editor: gun.