Thu 21 Feb 2019

Korban Sukarela Melayani "Hidung Belang"

Dua terdakwa duduk bersama terdakwa lainnya sebelum persidangan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Agil Prayuda alias Agil (18) dan Putri Mayangsari, disidangkan terpisah dalam kasus memperjual belikan Bunga (16), sebagai pelayan seks kepada "hidung belang".

Menurut dakwaan jaksa, Mayang bertanya kepada Agil, apa ada cewek yang bisa dipake (pelayan seks). Lalu Agil yang sudah mengenal korban Bunga menanyakan "Mau job (maksudnya melayani seks". "Mau bang", jawab Bunga.

Pada Sabtu, 8 September 2018 itu, kedua terdakwa mengantarkan Bunga ke Hotel Apple, di Perlanaan dan mengenalkan korban pada seorang laki-laki "hidung belang". Sambil menunggu Bunga, kedua terdakwa berkeliling, di sekitar hotel.

Setelah setengah jam, keduanya menjemput Bunga dan bersama sama kembali ke Hotel Sundari di kamar 13. Lalu Agil meminta agar Bunga memberi uang sekedar, karena sudah memberikan job kepada korban.

Korban pun memberikan uang Rp 100 ribu kepada Agil dan membaginya dengan Mayang, lalu bersama - sama pergi makan. Jadi korban dengan sukarela dan mau melayani bukan ada paksaan. Hanya saja sebelumnya, Agil juga menyetubuhi Bunga, di kamar Hotel Sundari tanpa ada paksaan.

Agil bersama Dimas Agus Tanjung (didakwa terpisah), juga Agung sebelumnya bersama Bunga, di satu kamar. Lalu Agil menyuruh Dimas dan Agung keluar, dan terdakwa Agil pun menyetubuhi korban, karena mengetahui, bahwa Bunga bisa dipake (melayani seks).

Itulah dakwan jaksa Fransiska Sitorus, hanya saja Bunga belum dewasa dan dikategorikan sebagai korban (anak). Agil dan Putri Mayang dijerat jaksa dengan pasal 81 (3) UU RI No.17/2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23/2002 tentang perlindungan anak.

Kedua terdakwa dalam persidangan, didampingi pengacara, Kencana Tarigan, pada persidangan di PN Simalungun, Jumat (8/2/2019), mendengarkan keterangan saksi-saksi. Majelis hakim pimpinan Roziyanti, menunda persidangan hingga Kamis mendatang, dan masih mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Penulis: ay. Editor: gun.