HETANEWS.COM

Aniaya Korban saat Mabuk, Pratama Sianipar Dibui 10 Bulan

Terdakwa disidang PN Simalungun (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com- Pratama Sianipar (23), divonis 10 bulan penjara, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (7/2/2019) oleh majelis hakim, pimpinan Roziyanti.               

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa, Herman Ronald Mauritz Panjaitan, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 1 tahun. Atas vonis tersebut, warga Lumban Nagori Gunung Mariah, Kecamatan Dolok Panribuan ini, menyatakan menerima.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, melanggar pasal 351 (1) KUH Pidana. Pratama dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan terhadap saksi korban, Charles Simangunsong hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah dari bagian hidung.               

Penganiayaan itu dilakukan terdakwa, pada Selasa, 11 September 2018, sekitar pukul 21.30 WIB, lalu, didalam kedai tuak milik saksi korban. Malam itu, terdakwa dalam kondisi mabuk tuak, membuat keributan dan membalikkan meja di kedai milik korban.                

Lalu istri korban, Ernawati Br Sinaga, menegur terdakwa. "Kenapa kau selalu ribut-ribut dan kenapa kau balikkan meja kedaiku,"tanya saksi. "Sukaku kenapa rupanya, mau kumatikannya kalian berdua,"jawab terdakwa.                 

Hal itu disampaikan Ernawati kepada suaminya, Charles Simangunsong. Ketika saksi korban tiba di warungnya, ia melihat terdakwa membalikkan meja dan sambil ribut-ribut, ia  mendekati korban, lalu mencakar wajah korban.                 

Dalam kondisi saling memukul dan berguling-guling di tanah dan posisi korban di bawah, terdakwa meninju bagian hidung korban hingga mengeluarkan darah. Pertengkaran berhenti setelah dilerai warga.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan