Sat 20 Apr 2019

Poldasu Tembak Mati Bandar Narkoba, Ini Penjelasan Kapolda

Kapolda Sumut, saat rilis kasus, di RS Bhayangkara Medan, Kamis (7/2/2019). (foto/adr) 

Medan,hetanews.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, meringkus dua kurir sabu jaringan internasional, dalam penyergapan, di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medan Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau dan Jalan Lintas Sumatera Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (3/2), lalu. 

Dari dua orang yang diamankan, satu tersangka ditembak mati karena berusaha melawan petugas. Dari mereka, polisi mengamankan 14 bungkus sabu yang diperkirakan seberat 14 kg. 

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, mengatakan, sabu tersebut dibawa dari Malaysia ke Riau, sebelum akhirnya akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara. Penangkapan ini, berawal setelah petugas menerima informasi akan ada sabu yang masuk dari Riau menuju Medan.

"Saat itu petugas membuntuti satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1875 FJ yang dicurigai membawa narkotika. Pelaku yang datang dari Riau, kemudian membawa kendaraannya dengan cepat. Khawatir targetnya lepas, mobil dihentikan, di Jalan Arifin Ahmad Kota Dumai," ujar Agus saat rilis kasus, di RS Bhayangkara Medan, Kamis (7/2/2019). 

Dikatakan Agus, saat akan dihentikan para pelaku berupaya melarikan diri dengan melepas tembakan ke arah dan mengenai mobil petugas. Karena ada perlawanan dari pelaku, petugas kemudian melepaskan tembakan ke arah kaca samping kanan bagian depan salah seorang pelaku yang berperan sebagai supir dan mengenai telapak tangan kanan dan lutut sebelah kirinya.

"Kemudian pada jarak 1 KM, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Cikampak Labuhanbatu, mobil tersebut berhenti dan dua orang laki-laki keluar dari mobil. Mereka langsung melarikan diri ke arah perkebunan dan petugas langsung memberi tembakan peringatan tapi tidak diindahkan," sebut Agus.

Agus menyebutkan, salah seorang pelaku berinisial S berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya berhasil melahirkan diri. Petugas kemudian kembali menyisir sekitar lokasi dan berhasil mengamankan pelaku berinisial P. 

"Selanjutnya dilakukan penggeledahan dari mobil yang dikendarai S dan P dan ditemukan satu buah tas warna hitam berisi 14 kg sabu yang dikemas dalam bungkus tes China warna hijau dengan tulisan Guan Yin Wang," ungkap Agus.

Tak berapa lama kemudian, pelaku S dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengobatan. Sementara pelaku P dibawa untuk pengembangan. Saat di perjalanan, ungkap Agus, tersangka P berupaya melarikan diri. 

"Karena tidak mengindahkan tembakan peringatan, petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur ke arah pelaku dan mengenai punggung bagian kiri yang mengakibatkan pelaku P meninggal dunia," tukas Agus. 

Agus mengungkapkan, selain sabu, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya, seperti dua unit HP dan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1875 FJ. Dengan tertangkapnya 14 kg sabu ini, kata Agus, polisi menyelamatkan 140.000 anak bangsa dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna. 

"Pelaku S kita jerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," tegas Agus. 

Sementara itu, tersangka S, mangaku baru kali ini menjadi kurir narkoba. Dia diupah Rp 15 juta membawa sabu tersebut dari Pekanbaru ke Medan. Ayah anak satu tersebut mengatakan, upah menjadi kurir rencananya akan dia gunakan untuk menguliahkan adiknya.

Penulis: adr. Editor: gun.
Komentar 1
  • Rio Dumantoro
    Penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat dan permasalahan yang ditimbulkan juga semakin kompleks. Narkoba dan obat-obatan psikotropika sudah merambah ke segala lapisan masyarakat Indonesia.Yang menjadi sasaran bukan hanya tempattempat hiburan malam, tetapi sudah merambah ke daerah pemukiman, kampus dan bahkan ke sekolah-sekolah. Korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin bertambah dan tidak terbatas pada kalangan kelompok masyarakat yang mampu, mengingat harga narkoba yang tinggi, tetapi juga sudah merambah kekalangan masyarakat ekonomi rendah. Hal ini dapat terjadi karena komoditi narkoba memiliki banyak jenis, dari yang harganya paling mahal yang hanya dapat beli oleh kalangan elite atau selebritis, sampai yang paling murah yang dikonsumsi oleh kelompok masyarakat ekonomi rendah.

    Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena akan membuat rapuh dan rentan bagi generasi muda tehadap narkoba. Bangsa ini sedang diserang oleh barang haram ini dan yang berpotensi dalam terkena serangan narkoba ini adalah generasi saat ini anak-anak yang merupakan penerus bangsa kedepannya. Negara kita saat ini sangat darurat narkoba, karena sekarang anak-anak saja bisa memakai narkoba.

    Saya setuju dengan keputusan ini, mereka memang harus ditembak mati untuk memutuskan mata rantai narkoba. Mereka semua ini adalah bibit dari penyebaran narkoba. Selain itu sebaiknya kepolisian juga bertindak tegas buat para bandar ini, saya sangat setuju kalo kepolisian langsung ditembak mati karena mereka kalua tidak ditembak mati akan terus menerus menjalankan perdagangan narkobanya. Masalah narkoba saat ini bukan sekedar transaksi komersial yang melawan hukum, tetapi merupakan pertempuran nasional. Pemerintah juga harus bertindak tegas dengan merivisi undang-undang tentang narkoba. Agar para pengedar dan bandar narkoba dapat mendapatkan ganjaran yang setimpal dan pas untuk mereka.