HETANEWS

Tak Terima Ditegur, Seorang Anak Tikam Ibu Kandungnya Menggunakan Pisau Dapur

Ilustrasi penikaman. Detik-detik Pedagang Keripik Tewas Ditikam Saat Melerai Perkelahian di TTS

Papua, hetanews.com - Felik Dori (22), seorang pria di Serui, Papua, tega menikam Aksamina Kurni (50), ibu kandungnya sendiri gara-gara tak terima ditegur.

Aksi penikaman tersebut terjadi di Kampung Kando Warira, Distrik Anotaurei, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, pada Rabu (6/2/2019) sekitar pukul 05.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menceritakan kronologi Aksamina tewas di tangan anak kandungnya.

Disebutkan Ahmad bahwa awalnya pelaku yang merupakan seorang mahasiswa pulang ke rumah dalam keadaan mabuk minuman keras. Tiba di rumah, pelaku yang mabuk terlibat pertengkaran dengan istrinya, Irene Dimara (19).

Karena pelaku memegang pisau dapur, istrinya lari ke kamar mandi yang berada di belakang rumah. Pelaku kemudian mengejar istrinya sembari tetap memegang pisau.

Korban yang mengetahui kejadian tersebut berusaha melerai anak dan menantunya. Korban pun juga memarahi pelaku yang merupakan anak kandungnya.

"Ibu pelaku kemudian memarahi pelaku dengan berkata kamu ini sudah aneh-aneh, kamu sudah terjerumus ke hal-hal yang tidak baik ini, kamu ada pake barang terlarang kapa," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menirukan perkataan korban, dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Dimarahi sang ibu, pelaku emosi dan tak terima. Ia kemudian menikam ibunya dengan pisau yang hendak digunakan untuk menikam sang istri.

Korban dalam keadaan terluka kemudian berlari ke depan rumah sambil meminta pertolongan tetangga. "Para tetangga datang dan membawa korban ke rumah sakit," ujar Kamal.

Polisi yang mendapat laporan itu kemudian mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa pisau dapur. Pelaku dapat dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP karena melakukan perbuatan yang mengakibatkan korban luka berat.

Pelaku diancam hukuman paling lama 5 tahun penjara. "Kasus ini telah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Kepulauan Yapen," tutur Kamal.

Sebelumnya, Alfin Laguta (24) warga Jalan Martadinata Nomor 15 RT 01 RW 01 Kelurahan Kota Negara, Kecamatan, Lahat, Kabupaten Lahat tega menikam Sri Nismawati (46), ibu kandungnya.

Polisi belum mengetahui apa motif Alfin tega ingin membunuh ibu kandungnya sendiri.

Namun, dari hasil pemeriksaan korban, pelaku sebelumnya mendorong Sri ketika sedang berada di rumah. Mendadak Alfin langsung mengeluarkan pisau dan menganiaya ibu kandungnya tersebut sampai bersimbah darah.

"Motifnya belum diketahui, sekarang masih diperiksa. Untuk barang bukti pisau sudah kami amankan," jelas Kasat Reskrim Polres Lahat Satria Dwi Dharma. 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.