HETANEWS

Ini Alasan Kenapa Rosmayana 'Lolos' Pemeriksaan Kasus Pemerasan Kepsek, Kini Jabat Sekretaris Disdik

Siantar, hetanews.com - Kasus dugaan pemerasan 11 Kepala Sekolah SMP Siantar ditangani kejaksaan negeri setempat dihentikan penyelidikannya di tahun 2018. Penyelidik tak memiliki cukup bukti setelah kasus itu dilaporkan pada 2017.

Kasi Intel Kejari Siantar, BAS Faomasi Jaya Laia menuturkan, tim yang menangani kasusnya tak menemukan unsur-unsur pemerasan setelah melakukan serangkaian penyelidikan seperti pemeriksaan para Kepsek, dinas terkait maupun pelapor Jansen Napitu.

"Yang jelas para Kepsek, dinas terkait dan pelapor sudah dipanggil. Bukti dokumen tidak ada dan para Kepsek menyatakan tidak ada memberikan uang untuk menjadi Kepsek," katanya, Rabu (6/2/2019).

Dari jumlah Kepsek yang diperiksa, lanjut Kasi Intel, ada satu Kepsek yang tidak diperiksa yakni Rosmayana yang saat itu menjabat Kepala SMPN 10.

Rosmayana urung diperiksa karena mengidap penyakit Kanker stadium 4, namun kini menjabat Sekretaris Disdik Kota Siantar.

"Memang benar ada surat dokternya, sakit Kanker," ujarnya.

Bas melanjutkan, seandainya pun Rosmayana saat itu diperiksa dan mengaku sebagai pengumpul uang dari para Kepsek, namun belum serta merta bisa untuk mendudukkan perkara karena belum memenuhi alat bukti.

"Maka kesimpulan tim saat itu kalau pun ada satu pengakuan (dari Rosmayana) namun para Kepsek yang lain tidak ada mengaku, apa gunanya. Pernyataan 10 orang tadi lebih kuat dari si Rosmayana, jadi ngapain lagi diperiksa si Rosmayana-nya," katanya.

Penulis: bt. Editor: bt.