HETANEWS

Ini Alasan Kejari Siantar Tutup Kasus Pemerasan 11 Kepsek

BAS Faomasi Jaya. (dok hetanews)

Siantar, hetanews.com – Kasus dugaan pemerasan terhadap 11 Kepala Sekolah SMP di Kota Siantar sempat menyita perhatian publik ditangani Kejaksaan Negeri Siantar sudah ditutup. Tim penyelidik beralasan tak menemukan bukti yang cukup atas kasusnya.

Kasi Intel Kejari BAS Faomasi Jaya Laia dikonfirmasi tak mengetahui persis kapan kasus dihentikan. Menurut dia kasus yang dilaporkan oleh Jansen Napitu dihentikan penyelidikannya di tahun 2018.

“Oleh tim (penyelidik) pada saat itu melakukan, ternyata masih terdapat alat bukti yang kurang, maka penyelidikan dihentikan. Saya gak tau bulan berapa, yang jelas sudah dihentikan (kasusnya). Namun apabila ada bukti baru bisa dibuka kembali kasusnya,” katanya, Rabu (6/2/2019).

Dirinya turut mengakui dugaan pemerasan untuk bisa kembali menduduki jabatan Kepsek. Namun kata dia penyelidik kala itu sudah melakukan penyelidikan seperti memeriksa para Kepsek, dinas terkait maupun pelapor, namun memang belum menemukan sejumlah unsur pemerasan.

“Saya gak tau berapa Kepala Sekolah (diperiksa), yang jelas sudah dilakukan Pulbaket dan Puldata. Yang jelas Kepsek, pelapor, dinas-dinas terkait juga sudah dipanggil namun untuk pembuktian daripada penyuapan ini belum menemukan unsur-unsurnya,” katanya.

BAS mengakui hanya ada satu Kepsek yang tidak dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Dia adalah RM –dulu Kepsek SMP 10- yang kini menjabat sebagai Sekretaris Disdik Kota Siantar.

“Tapi saat itu yang bersangkutan sedang sakit Kanker. Tidak ada pemeriksaan terhadapnya. Dan kalau pun saat itu dia saja yang mengaku, belum juga cukup untuk jadi alat bukti kasusnya karena hanya satu saksi,” katanya.

Begitupun ia bilang seiring kasus dihentikan, pelapor Jansen turut mencabut pengaduannya dari Kejari Siantar. “Ya itu tadi, karena tidak terbukti,” katanya.

Penulis: bt. Editor: bt.