HETANEWS

Masyarakat 2 Desa Kunjungi Program Intercrop Toba Pulp Lestari

Masyarakat Tukkonisolu saat melihat keterangan tatacara menanam eucalyptus dari Staf PT TPL. (foto/aldy)

Tobasa,hetanews.com - Masyarakat desa Tungkonisolu dan Matio, mengunjungi pusat pelatihan Pondok Bina Tani PT. Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), Selasa (5/2/2019), lalu. 10 orang  perwakilan masyarakat dari dua desa tersebut, disambut untuk melihat tata cara pengembangan penanaman eucalyptus sistem intercrop (tumpang sari).

Parsaoran Siagian, perwakilan masyarakat dari desa Matio, mengaku tekesan akan program yang dikembangkan PT. TPL. “Selama ini kami merasa bahwa dengan tumbuhnya eucalyptus, tidak  lagi dapat menyuburkan tanaman lain, disampingnya bisa tumbuh. Ternyata bisa,”kata Parsaoran, Selasa (5/2/2019).

Hal senada juga disampaikan Sudirman Rajagukguk, bahwa selama ini kehadiran TPL dengan tanaman eucalyptus merusak kontur tanah. “Ternyata banyak tanaman yang bisa diusahai, diantara tanaman eucalyptus, saya sangat tertarik untuk menanan, di daerah saya, terutama tanaman jagung yang saya lihat sangat bagus sekali,”ujar Sudirman.

Manager  Senior PT. TPL,  Jasmin Parhusip, mengatakan, pihaknya melaksanakan program intercrop ini, sebagai salah satu bentuk program  peningkatkan perekonomian masyarakat.

Jasmin juga menjelaskan, bahwa program intercrop  sudah dimulai semenjak bulan Agustus 2108, lalu, dan sudah berhasil menanam 8 jenis tanaman, diantara tanaman eucalyptus.

“Pada bulan Oktober kemarin, program kita mulai jalankan dan  saat ini sebagian jenis tanaman sudah berhasil dipanen,”terangnya.

Untuk diketahui, program intercrop PT. TPL menanam  berbagai jenis tanaman, diantara tanaman eucalyptus seperti, tanaman cabe, kopi, kunyit, kentang, jagung, jahe, padi dan ubi kayu.

Penulis: aldy. Editor: gun.