HETANEWS

Soal Pastor Jadikan Biarawati Budak Seks, Ini Janji Paus Fransiskus

Paus Fransiskus. (foto/net)

Roma, hetanews.com - Untuk pertama kalinya, Paus Fransiskus mengaku secara publik bahwa sejumlah biarawati juga menjadi korban kejahatan seksual pastor dan uskup. 

"Itu bukan sesuatu yang dilakukan semua orang, tetapi ada pastor dan bahkan uskup yang telah melakukan apa yang Anda katakan," kata Paus kepada para wartawan. "Dan saya pikir itu terus berlanjut karena itu bukan berarti ketika Anda menyadarinya, itu langsung berhenti. Itu berlanjut. Dan untuk beberapa waktu kami telah mengerjakan (kasus ini)," ujar Paus.

Paus Fransiskus berjanji untuk berbuat lebih banyak guna melindungi para biarawati. "Haruskah kita melakukan sesuatu yang lebih? Ya," ujar Paus kepada para wartawan saat konferensi pers dalam penerbangannya kembali ke Roma, Italia usai melakukan kunjungan bersejarahnya selama dua hari ke Uni Emirat Arab. 

"Apakah ada kemauan? Ya. Tapi itu jalan yang sudah kita mulai," tutur Paus, Rabu (6/2/2019).

Paus pun memuji pendahulunya, Paus Benediktus yang bertindak dengan menutup orde kesusteran di Prancis setelah sejumlah biarawatinya diketahui menjadi korban perbudakan seks oleh pastor-pastor.

Orde yang dimaksud Paus adalah Saint Jean, yang pada tahun 2013 mengakui bahwa sejumlah biarawati telah menjadi mangsa predator seks, pastor Marie-Dominique Philippe dan para pastor lainnya.

Orde Saint Jean dibubarkan pada tahun 2005, tahun pertama Paus Benediktus menjadi kepala Gereja Katolik sedunia. 

"Saya ingin menekankan bahwa dia adalah orang yang punya keberanian untuk melakukan banyak hal mengenai topik ini," kata Paus Fransiskus memuji Paus Benediktus yang mundur dan digantikan oleh Paus Fransikus pada tahun 2013.

Paus mengatakan, sejumlah pastor telah diskorsing karena melecehkan para biarawati. Tapi dia mengatakan, pelecehan terhadap perempuan tidak terbatas di gereja Katolik saja karena di banyak belahan dunia, perempuan masih dianggap "warga kelas dua."

"Ini masalah kultural," cetus Paus. "Saya berani mengatakan bahwa manusia belum matang," imbuhnya.

sumber: detik.com

Editor: sella.