HETANEWS

Pangulu Jorlang Huluan Benarkan Kesepakatan Kerjasama dengan Pengusaha Kayu

Lokasi camp pekerja penebangan pohon dan pembukaan jalan pertanian di Nagori Jorlang Huluan, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Sebelumnya lokasi ini disebut-sebut sebagai kawasan hutan yang ditambah oknum pelaku illegal logging. Namun fakta terkini, tanda-tanda aktifitas pelanggaran UU No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, tidak tampak di lokasi tersebut. (foto/pranoto)

Simalungun, hetanews.com- Pangulu Nagori Jorlang Huluan, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Sumandi Damanik, membenarkan tidak ada aktifitas illegal logging di wilayah pemerintahannya.

Ditemui di sekitaran lokasi pembukaan lahan jalan pertanian, Sumandi, menjelaskan, bahwa terkait adanya aktifitas penebangan kayu di wilayah itu, adalah merupakan bagian dari kesepakatan antara masyarakat dan pengusaha, berdasarkan surat perjanjian pernyataan kerjasama.

"Memang benar ada kesepakatan antara masyarakat dan pengusaha kayu yang dalam perjanjian kerjasama telah kami sepakati bersama pengusaha," jelasnya.

Dalam surat perjanjian itu, salah satu poin kesepakatan, yaitu, memperbolehkan pihak pertama (pengusaha) untuk mengambil hasil bumi (kayu alam) yang berada di luar lahan perseorangan, dengan membayar sesuai harga yang telah disepakati.

Baca juga: Ini Penjelasan Pengusaha Kayu, Terkait Kabar Illegal Logging di Pamatang Sidamanik

Baca juga: Mangapul Purba: Saya Tidak Berbisnis Kayu Lagi

Baca juga: Ada Illegal Logging di Pamatang Sidamanik? Ini Jawaban KPH

Menurut Sumandi, terkait status tanah yang saat ini dilakukan penebangan kayu, merupakan kawasan perladangan milik warga. Bahkan terkait pembukaan jalan pertanian tersebut, sudah masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagori.

"Untuk status tanah ini adalah milik warga, dahulunya kawasan ini sudah ditanami komoditas pertanian oleh masyarakat. Namun dikarenakan tidak ada akses jalan pertanian, warga banyak yang tidak memproduktifkan tanah tersebut. Dan untuk status pembukaan jalan, ini sudah dibahas dalam RPJM Nagori," papar Sumandi kepada hetanews.com, Selasa (5/2/2019).

Ia menambahkan, hanya bedanya pelaksanaan RPJM pembukaan lahan tersebut, melibatkan kerjasama dengan pihak pengusaha.

"Artinya nagori mendapatkan keuntungan dari kegiatan ini. Pihak pertama (pengusaha) telah membantu membuka jalan usaha pertanian, dan kedepannya warga dapat menikmati jalan tersebut untuk mengangkut hasil panen mereka," ujarnya.

Penulis: pranoto. Editor: gun.