Thu 21 Feb 2019

Sarana Jalan di Ronggur Nihuta Banyak Hancur, Diduga Ulah Oknum Pengusaha Nakal

Truk logging milik oknum pengusaha, marga Gurning dari Pangururan yang mengangkat kayu pinus milik maayarakat dari Salaon Tongah - tongah. (foto/stm)

Samosir,hetanews.com – Lalu lalangnya truk logging yang mengangkut  kayu pinus masyarakat, di desa Saloan Toba dan Saloan Tongah – tongah, kecamatan Ronggur Nihuta, kabupaten Samosir, mengakibatkan rusaknya sarana jalan di daerah itu.

Pantauan wartawan, di lokasi, Senin (4/2/2019), jalan ini merupakan salah satu akses jalan masyarakat untuk melakukan aktifitasnya sehari – hari, bahkan anak sekolah.

Padahal, jalan lapen ini dibangun dengan keringat rakyat, menggunakan dana APBN pada tahun 2013 lalu.

Ketika itu, warga bersyukur dapat menikmati jalan yang bagus. Namun kondisi jalan kini sudah rusak berat dan terkupak kapik, akibat dilewati truk tronton  yang melebihi muatan tonase, diduga milik pengusaha ‘nakal’ asal Pangururan, bermarga Gurning.

Hal itu disampaikan Mora Tua Malau, warga desa Salaon Toba, kepada wartawan, di lokasi, Senin (4/2/2019).

"Akibat rusaknya jalan ini, kami sangat prihatin kepada anak-anak kami, ketika pergi ke sekolah. Mereka sering jatuh disini, ketika melalui jalan ini, apalagi waktu hujan turun, licin sekali. Sepeda motor juga sudah beberapa kali jatuh disini, ujarnya.

Kondisi jalan yang sudah rusak berat yang dilalui anak sekolah, ketika pergi maupun pulang sekolah. (foto/stm)

Dimana truk marga Gurning tersebut, membawa kayu pinus dari Dolok Manupak dengan tonase berlebih, tambah lagi alat  beratnya yang melalui jalan ini, kata Mora Tua Malau.

Masih katanya, jalan Salaon Toba ini merupaakan jalan yang sering dilalui warga. Dan kerusakan ini sudah berlangsung sejak 2 bulan terakhir, beritahunya.

"Sebelumnya Pak Irma selaku orang tua kami sudah pernah membuat ampang - ampang (penghalang jalan) di simpang agar jangan dilalui, tapi ntah kenapa, ampang - ampang itu dibuka kembali oleh pak Gurning. Apakah itu ada persetujuan dari pak Irma, saya tidak tau, tapi yang jelas kami pernah lihat dibuat disitu ampang – ampang, agar jangan lewat truk pak Gurning,"ujar Malau.

Sampai saat ini, tidak ada upaya memperbaiki jalan ini, dan bahkan Pemerintah Kabupaten Samosir maupun Kecamatan Ronggurnihuta tidak ada upaya menindak oknum pengusaha nakal tersebut. Padahal truk pengangkut kayu tersebut selalu melebihi tonase, yaitu 7 ton, tandasnya.

Kondisi jalan kabupaten yang sudah tampak rusak berat akibat dilalui truk logging, mengangkut pinus masyarakat yang melebihi tonase setiap hari. (foto/stm)

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Camat Ronggur Nihuta, Sitor Silalahi, berjanji akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.

"Terimakasih kasih kepada wartawan atas informasi ini. Selama ini kami tidak tau jika kerusakan jalan kabupaten ini dilakukan salah satu oknum pengusaha yang mengangkut hasil kayu pinus masyarakat dari desa tersebut,"ujar Silalahi.

Pihaknya mengaku akan lakukan peninjauan kelapangan selambat lambatnya hari ini (Selasa, 5/2/2019).

"Kita akan menyetop mereka d isana. Selama ini kami belum tau apakah ada ijin pembelian hasil kayu rakyat ini atau tidak, dan ini kami baru tau setelah wartawan yang memberitahukan ke kita adanya kegiatan pengusaha yang menganggu kenyamanan kita atau merusak jalan kabupaten semaunya saja,"pungkas Sitor.

Penulis: stm. Editor: gun.