HETANEWS

Ini Penjelasan Pengusaha Kayu, Terkait Kabar Illegal Logging di Pamatang Sidamanik

Jhony Siagian (topi hitam) dan sejumlah pekerja saat ditemui di lokasi pembukaan jalan pertanian di Nagori Jorlang Huluan, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. (foto/pranoto)

Simalungun, hetanews.com- Pengusaha kayu, Jhony Siagian, menepis kabar telah melakukan aktifivas illegal logging, di nagori Jorlang Huluan, kecamatan Pamatang Sidamanik, kabupaten Simalungun.

Selasa (5/2/2018), hetanews.com menyambangi tempat yang sebelumnya dikabarkan sebagai lokasi illegal logging, di kawasan hutan dan melakukan wawancara khusus, bersama Jhony Siagian dan pejabat pangulu setempat.

Dalam pernyataannya, Jhony mengungkapkan, tidak pernah melakukan perbuatan melawan hukum, seperti yang sebelumnya santer diberitakan.

Menurutnya, lokasi yang kini dilakukan penebangan, bukan kawasan hutan, dan sebelumnya telah ada kesepakatan antara dirinya selaku pengusaha dan masyarakat setempat.

Adapun lokasi itu, kata Jhony, merupakan kawasan perladangan warga dan dibuktikan dengan surat perjanjian kerjasama antara masyarakat dan dirinya, serta diketahui pangulu setempat.

"Bagaimana mungkin kami dikatakan melakukan illegal logging, sedangkan ini bukan kawasan hutan. Bahkan ada surat kesepakatan yang kami tandatangani bersama warga, berikut pangulu," ungkapnya.

Atas pemberitaan tersebut, Jhony mengaku, telah mengalami kerugian materil, disebabkan berhentinya aktifitas pembukaan lahan pertanian itu.

"Secara materil kami jelas mengalami kerugian akibat pemberitaan itu, padahal masyarakat lah yang meminta kami untuk membantu membuka jalan pertanian yang sebelumnya tidak ada," ujarnya.

Baca juga: Ada Illegal Logging di Pamatang Sidamanik? Ini Jawaban KPH

Baca juga: Mangapul Purba: Saya Tidak Berbisnis Kayu Lagi

Sebelumnya, Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH), melalui Kepala Seksi Perlindungan Kawasan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sukendra Purba, dalam keterangannya, menyebut, bahwa tidak ada kawasan hutan yang ditambah di wilayah tersebut.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan dan pemetaan, tidak ditemukan pelanggaran hukum berupa ilegal loging di kawasan itu. Dan sesuai hasil pemetaan, itu bukan kawasan hutan," terang Kendra.

Penulis: pranoto. Editor: gun.