HETANEWS

Lagi, Truk Overtonase Rusak Jalan di Parsingguran, Kinerja Dishub Dipertanyakan

Salah satu truk tertangkap kamera yang diduga milik salah satu oknum DPRD Humbahas yang dinilai bermuatan lebih saat melintasi Desa Parsingguran II, Pollung, Humbang Hasundutan. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas,hetanews.com - Lagi-lagi masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), mempertanyakan pengawasan lalu lalang kendaraan roda empat melebihi tonase yang merusak badan jalan.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya truk bermuatan berlebih, padahal selain rentan kecelakaan hal itu mengakibatkan kondisi jalan rusak.

Berdasarkan keterangan para warga, di sepanjang Jalan Desa Pollung hingga Jalan Desa Persingguran II  yang notabene berstatus jalan kelas III tersebut, sudah terdapat kerusakan di beberapa titik lantaran dilintasi  truk-truk yang dinilai melebihi tonase.

Truk-truk tersebut diduga milik oknum anggota DPRD Humbahas  yang perusahaannya bermitra dengan PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) untuk mengangkut kayu jenis eucalyptus. Dan truk-truk tersebut biasanya akan berani melintas saat hari sudah mulai gelap.

Dengan kondisi ini tentu masyarakat mempertanyakan pengawasan dari instansi terkait. Seperti diungkapan warga Parsingguran II , M Siregar, banyaknya truk kelebihan muatan, mengakibatkan jalan rusak. Ditambah lagi badan jalan di sana, belum ada perbaikan secara menyeluruh oleh pemerintah.

Meski baru dihotmix, jalan kelas III di Parsingguran II ini sudah mengalami keretakan yang parah akibat dilintasi truk overtonase. (Foto/Rachmat Tinton) 

"Kondisi badan jalan kita di dekat jembatan yakni antara perbatasan Dusun Hutabagasan dengan Dusun Sibuntuon ada yang mengalami keretakan. Padahal jalan tersebut baru saja dihotmix, tentu ini sangat mengkhawatirkan bagi pengguna jalan lainnya. Lain lagi jalan di Dusun Pangambatan (Desa Parsingguran I), tingkat kerusakannya semakin parah," ungkapnya, Selasa (5/2/2019).

Lanjutnya, harus ada tindakan tegas dari dinas terkait. Minimal truk-truk yang ada diganti sesuai dengan kapasitasnya. Jangan melebihi muatan, karena akan lebih memperparah kerusakan jalan. Apalagi kondisi tanah di beberapa titik tidak akan mampu menahan beban berkafasitas tinggi, katanya.

Sementara itu, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Humbahas hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Dan sampai saat ini, pihak terkait belum ada tindakan lakukan pengawasan. Seperti ada pembiaran terhadap lalu lalang kendaraan roda empat tersebut.

Untuk diketahui, jalan kelas III A, yaitu jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton. Sedangakan jalan kelas III B, yaitu jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton. Dan jalan kelas III C, yaitu jalan lokal dan jalan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.

Penulis: rachmat. Editor: gun.