Wed 24 Apr 2019

Batu Malin Kundang, Legenda yang Terabaikan

Pecahan kapal yang membatu dan Malin Kundang yang juga membatu terlihat sujud. (foto ay)

Padang,hetanews.com - Cerita anak durhaka, legenda Malin Kundang terabaikan dan terlantar di Kota Padang, Sumatera Barat. Pantauan Hetanews.com, Minggu (3/2/2019), terlihat sosok sebuah batu sujud, yang disebut sebagai Malin Kundang terlihat terlantar.

Terlantar, pecahan kapal yang ada di pinggiran pantai Airmanis, semua menjadi batu, tali dan puing - puing kapal membatu yang disebut dikutuk ibunya. Malin Kundang dan kapal yang membatu itu tampak nyaris rata dengan pasir pantai dan terinjak-injak pengunjung.

Menurut beberapa kameraman yang menawarkan jasa sekali foto langsung Rp 20 ribu, mereka berupaya sendiri agar patung yang membatu itu tetap terlihat.

"Kami sendiri yang menjaga sejarah ini, melalui foto para turis baik domestik maupun luar negeri, dengan menyisihkan penghasilan kami,"kata Yusuf yang sudah hampir 20 tahun menjadi juru foto, di lokasi Pantai Airmanis.

Karena tidak ada kepedulian dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi untuk menjaga kelestarian sejarah yang cukup melegenda itu. Padahal banyak pengunjung yang tertarik dengan wisata tersebut.

Seharusnya pemerintah melalui Dinas Pariwisata segera membenahi dan menjaga kelestarian  budaya itu. Kini batu Malin Kundang,  anak durhaka yang menjadi batu itu  hampir punah dan nyaris tak terlihat.

Penulis: ay. Editor: gun.