Siantar, hetanews.com - Inspektorat Kota Siantar bersama Badan Pemeriksaan Keungan (BKP) Provinsi Sumut melakukan audit terhadap proyek pembangunan tugu Raja Sang Naualuh.

Plt Kepala Inspektorat Siantar, Eka Hendra, mengatakan, pihaknya hanya sebatas melakukan pendampingan terhadap audit yang dilakukan BPK.

"Kemarin itu, kami hanya melakukan pendampingan. Hasilnya kami gak bisa campuri, dan hasilnya (audit) gak dikasih tau," kata Eka, saat dihubungi wartawan, Jumat (1/2/2019).

Eka menambahkan, Tim BPK meminta pendampingan dari Inspektorat. Misalnya, jelas dia, memberitahukan dimana tempat atau lokasi yang ingin didatangi oleh BPK.

"Misal orang itu ke Rumah Sakit Djasamen, kemudian kita dampingi ke Djasamen. Kita panggil dirutnya, sama jajarannya kemudian orang itu (BPK) lah memeriksa. Jadi kita gak tau hasilnya," jelasnya.

Audit yang dilakukan BPK di Kota Siantar, kata Eka, berlangsung selama 30 hari dari tanggal 14 Januari 2019, dan berakhir pada bulan ini. Pemeriksaan yang dilakukan, bukan hanya proyek tugu Sang Nauluh oleh Dinas PUPR.

"Pemeriksaan (BPK) yang sekarang ini hanya pendahuluan. Kemudian hasil pemeriksaan itu, nanti mereka akan lakukan pemeriksaan lagi," paparnya.

Baca juga: Somasi Proyek Tugu Raja Sang Naualuh Diterima Pemko, Ini Penjelasan Kabag Hukum

Berita sebelumnya, BPK masih melakukan audit terhadap penggunaan anggaran APBD TA 2018 senilai Rp.1,8 Milyar untuk pembangunan pondasi dan pelataran tugu Raja Sang Naualuh, di lapangan H. Adam Malik.

Informasi itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR, Henry J Musa Silalahi saat ditemui di kantornya. "Masih dilakukan audit," kata Musa, Selasa (22/1/2019) siang.

Ia mengatakan, BPK Pemprovsu sedang melakukan audit terkait pembangunan itu. Audit tersebut dilakukan dalam waktu satu bulan. " BPK lagi disini, kayaknya satu bulan itu (audit)," sambungnya.