HETANEWS.COM

Dishut Sumut Sebut PT ALAM di Areal Hutan Produksi Terbatas

ilustrasi perkebunan kelapa sawit. (foto/net)

Medan, hetanews.com – Polda Sumut menetapkan Direktur PT ALAM, Dody Shah yang merupakan adik kandung Wakil Gubernur Sumut, Musa Rejeck Shah, sebagai tersangka kasus alih fungsi hutan lindung menjadi kebun sawit dengan luas sekitar 300 hektar di Kabupaten Langkat.

Terkait kasusnya, Musa yang akrab disapa Ijeck seakan heran lantaran hanya satu perusahaan saja yang dimunculkan ke publik. Sebab menurutnya di lokasi ada perusahaan lain dan juga milik masyarakat. Ia berharap penegakan hukum dilakukan tanpa adanya tebang pilih.

“Gini aja, semuanya kan ada aturan hukum. Kalo lah memang menurut Dinas Kehutanan seperti apa (lahan itu), tanyakan aja. Kalo lah memang seperti itu, apakah sudah bisa diterapkan, kalo bisa diterapkan juga kan di lokasi sana kan banyak kebun, gak cuma PT Alam. Banyak juga masyarakat. Kalo memang itu mau diberlakukan secara hukum ya merata lah semuanya, ya. Kenapa mesti muncul satu perusahaan. Coba tanyakan Dinas Kehutanan aja,” ujarnya, Kamis (31/1).

Baca juga: Ijeck Komentari Kasus Adiknya: “Gak Cuma PT Alam, Berlakukan Hukum Merata..”

Terpisah, Kepala Bidang Penatagunaan Hutan Dinas Kehutanan Sumut, Effendi Pane mengakui jika pada kawasan tersebut terdapat beberapa titik yang masuk areal hutan produksi terbatas.

"Kami memang gak tahu persis karena kami tidak punya peta perusahaan tersebut. Tetapi bersama pihak Poldasu kemarin kami sudah pernah turun ke lapangan untuk mengambil titik-titiknya. Dan dari hasil (tinjauan), kawasan itu masuk area hutan produksi terbatas," katanya ketika dikonfirmasi wartawan.

Selain PT ALAM, ia mengungkapkan bahwa areal di sana yang masuk kawaaan hutan perbatasan juga ada digarap sekelompok masyarakat.

"Masyarakat ada juga menggarap di situ. Tetapi kalau banyak (jumlah masyarakat penggarap) kita kan jadi tahu, tapi kondisi di lapangan ya begitu (ada digarap masyarakat)," katanya.

Sebelum dugaan kasus alih fungsi lahan oleh PT ALAM ini mencuat, diakui Pane kalau pihaknya ada diminta Polda Sumut untuk sama-sama melakukan tinjauan sesuai instruksi Kapolda Irjen Pol Agus Andrianto.

"Kami dampingi Subdit Tipiter Poldasu waktu itu, jadi hasil temuan kita dan tim di lapangan serta berdasarkan informasi yang diperoleh tidak hanya PT ALAM saja yang berada pada kawasan hutan terbatas tersebut, masyarakat juga ikut menggarap," katanya.

Baca juga: Ada Senpi dan Seribuan Amunisi Diamankan dari Rumah Adik Wagubsu

Diberitakan, Polda Sumut menaikkan status Musa Idishah alias Dody pimpinan PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM), dari saksi menjadi tersangka, dalam kasus tanah di Kabupaten Langkat.

Pada kemarin, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja sebelumnya bahwa Dody berstatus saksi, namun belakangan Tatan mengubah statementnya bahwa Dody telah menjadi tersangka, setelah dilakukannya gelar perkara.

"Jadi yang bersangkutan Musa Idhas alias Dody naik statusnya melalui Laporan Polisi (LP) pada bulan 12 tahun 2018 lalu, yang berkaitan dengan masalah pengalihan status hutan lindung menjadi areal perkebunan sawit di wilayah Kabupaten Langkat di Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Brandan Barat dan Kecamatan Besitang, yang luasnya lebih kurang 366 hektar," kata Tatan, Rabu (29/1).

"Penetapan tersangka mulai hari ini sejak dilakukan pemeriksaan. Jadi kemarin kan sudah diamankan. Setelah sebelumnya ia tidak memenuhi dua kali panggilan yang telah ditayangkan Polda Sumut," sambungnya. 

Tatan menjelaskan yang bersangkutan Dody diamankan dan dilakukan pemeriksaan sampai dengan tadi siang dan dilanjutkan pengeledahan baik di TKP rumah di Komplek Cemara Asri maupun di Kantor PT ALAM di Jalan Sei Deli Medan. 

"Kemudian kita lakukan gelar perkara hingga statusnya yang bersangkutan naik menjadi tersangka. Tapi, status tersangka yang bersangkutan masih dikenakan wajib lapor," ungkap Tatan.

Penulis: tim. Editor: bt.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan