Siantar,hetanews.com - MPR RI bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) serta STT HKBP Siantar, gelar seminar nasional dengan tema “Pancasila Etika Berbangsa dan Bernegara”. 

Acara  digelar di Auala Universitas HKBP Nommensen (UHN) Siantar, Kamis (31/1/2019), dan diikuti  ratusan peserta, dari mahasiswa, organisasi kemasyarakatan (ormas), partai politik (parpol) dan masyarakat.

Narasumber yaitu  Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, Dirjen PP Kemenkumham, Widodo Ekatjahjana, serta Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Benny Riyanto.

Ahmad Basarah, menyampaikan, tujuan dan subtansi butir-butir ketetapan MPR No VI Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.

Dalam pemaparannya, Ahmad Basarah menyampaikan, pasca reformasi bergulir Pancasila seperti ditinggalkan. 

Bahkan kurikulum sekolah menghilangkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila. Alhasil banyak masyarakat terutama generasi muda tidak lagi di-refresh tentang moral Pancasila.

"Berkurangnya pemahaman Pancasila ditambah era keterbukaan, masuklah berbagai pemahaman yang sempit dan merasuk ke diri sebagian masyarakat Indonesia," ujarnya.

Karenanya, sambung Ahmad Basarah, pemerintah hadir melaksanakan tanggung jawabnya membangun mental ideologi bangsa Indonesia tentang pemahaman Pancasila, yang harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hadir dalam acara ini, Pimpinan Badan Pengkajian MPR, Martin Hutabarat, Wali Kota Siantar, Hefrianyah, Ketua STT HKBP, Pdt Vicktor Tinambunan, Rektor Universitas HKBP Nommensen Sanggam Siahaan, Danrem 022/PT diwakili Kasrem, Letkol Inf Agustatius Sitepu, para unsur Forkopimda Kota Santar dan Kabupaten Simalungun.