HETANEWS

Upaya Damai Hingga Pelaku Pengeroyok Bebas, Polisi Dihimbau Hati-hati

Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu saat pemaparan 3 pelaku pengeroyok yang berhasi ditangkap, beberapa waktu lalu. (foto/lazuardi fahmi)

Siantar, hetanews.com - Institute Law And Justice (ILAJ) mendorong polisi menuntaskan kasus pengeroyokan wartawan yang terjadi sekitar dua pekan lebih yang lalu. Begitupun, aparat tetap dihimbau hati-hati menangani kasus yang sempat menghebohkan masyarakat Kota Siantar.

"Kita berharap Polres Siantar jangan sampai salah mengambil kebijakan, karena ini bisa berdampak fatal, dikarenakan akan timbul kebiasaan buruk bagi masyarakat," ujar Ketua ILAJ, Fawer Sihite kepada awak media, Rabu, 30 Januari 2019.

Hal itu dikatakannya saat disinggung adanya upaya perdamaian pada kasus sehingga para pelaku yang berhasil ditangkap bakal menghirup udara bebas.

Fawer mengatakan, polisi tidak boleh melepaskan pelaku meskipun sudah berdamai sebab dalam kasusnya sudah terjadi tindak pidana pemukulan yang dilakukan di depan umum.

Ia menjelaskan pelaku kejahatan dapat bisa dilepas apabila kasus tersebut deliknya seperti persoalan pidana pencemaran nama baik yang mengakibatkan kerugian dan bisa diselesaikan secara kekeluargaaan.

"Ya, kita pukuli aja nanti semua orang atau wartawan lain, setelah itu berdamai, lalu (pelaku) dilepaskan. Nah, ini yang harus kita jaga, jangan sampai masyarakat memiliki pemikiran yang demikian," katanya mengibaratkan.

Baca juga: Beda Keterangan Polisi Kasus Pengeroyokan Wartawan, ILAJ: Jangan Jadi Timbul Dugaan

Baca juga: Soal Perdamaian Wartawan yang Dikeroyok, Ini Penjelasan Pengacara dan Pemred Tempatnya Bekerja

Kendati begitu, ia mengatakan optimis polisi memahami tentang prosedural yang ada dalam aturan perundangan-undangan yang berlaku.

Pria bertubuh tambun ini mengaku hanya sedikit kecewa terkait adanya upaya perdamaian, meski merupakan hak korban.

"Yang pertama kita sesalkan Try (korban) yang mau berdamai, tetapi ya sudah, itu hak dia. Meskipun kita di Institute Law And Justice sangat kecewa mendengar kabar tersebut, selaku yang turut mendesak polres untuk segera menangani kasus pemukulan ini atau pemukulan kepada oknum wartawan," ujarnya.

Try Aditya menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang di Jalan kartini, Kecamatan Siantar Barat, 12 Januari 2019. Korban menuturkan para pelaku datang menggunakan 2 unit mobil, satu diantaranya mobil berstiker OKP.

Saat terjadinya pengeroyokan, saksi menuturkan satu diantara pelaku sempat mengeluarkan pisau yang diduga untuk menghabisi nyawa korban. Polisi pun menangkap tiga pelaku pengeroyok yang merupakan anggota OKP dan menetapkan 6 orang lain sebagai DPO.

Penulis: hza. Editor: bt.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.