HETANEWS

Beda Keterangan Polisi Kasus Pengeroyokan Wartawan, ILAJ: Jangan Jadi Timbul Dugaan

Fawer Full Fander Sihite. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Adanya beda keterangan disampaikan Kasubag Humas Polres Siantar Iptu Resbon Gultom tentang perkembangan kasus pengeroyokan wartawan disesalkan publik. Terkait hal itu juga mendapat respon dari Institute Law And Justice (ILAJ).

Ketua ILAJ Fawer Full Fander Sihite menghimbau polisi memberikan keterangan yang tidak keliru sehingga tidak melahirkan anggapan miring di masyarakat.

"Polres Siantar juga harus jelas ketika memberikan informasi ke publik terkait kasus ini, jangan jadi timbul dugaan ada skenario dibalik ini semua," ujarnya kepada hetanews melalui WhatsApp, Rabu (30/1/2019).

Pada Senin (28/1) malam, Resbon ketika ditanyai mengatakan sudah ada perdamaian antara korban dan para pelaku pengeroyokan. Disebutkannya juga kasus berhenti dan para pelaku telah dibebaskan.

Kendati demikian, pernyataan itu berubah ketika sejumlah awak media mewawancarai mantan KBO Satnarkoba pada esok harinya, Selasa (29/1) siang. Dikatakannya jika perdamaian tersebut masih dalam proses dan pelaku pengeroyok masih ditahan.

Baca juga: Wartawan yang Dikeroyok itu Berdamai, Kasus Berhenti

Diberitakan, Try Aditya menjadi korban pengeroyokan pada 12 Januari 2019 di Jalan kartini, Kecamatan Siantar Barat. Korban menuturkan para pelaku datang menggunakan 2 unit mobil, satu diantaranya mobil OKP.

Saat terjadinya pengeroyokan, saksi menuturkan satu diantara pelaku sempat mengeluarkan pisau yang diduga untuk menghabisi nyawa korban. Polisi pun menangkap tiga pelaku pengeroyok yang merupakan anggota OKP dan menetapkan 6 orang sebagai DPO.

Baca juga: Soal Perdamaian Wartawan yang Dikeroyok, Ini Penjelasan Pengacara dan Pemred Tempatnya Bekerja

Penulis: hza. Editor: bt.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.