HETANEWS.COM

Soal Kasus Alih Fungsi Hutan Langkat, Ini 3 Pasal yang Menjerat Adik Wagubsu

Dua petugas kepolisian mengawal pintu kantor PT ALM di Jalan Sei Deli, Medan. Sejumlah petugas berbincang saat penggeledahan. (foto/tim)

Medan, hetanews.com - Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Sumut terkait kasus alih fungsi hutan, menjadi perkebunan kelapa sawit seluas kurang lebih 300 hektar, di Kecamatan Sei Lepan, Besitang, Kabupaten Langkat, Polda Sumut memprasangkakan Dody Shah, dengan tiga pasal berlapis. 

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan melalui pesan singkat whatsapp, Rabu (30/1/2019). 

Menurutnya, setelah diamankan, penyidik meningkatkan status Dody Syah sebagai tersangka terkait kasus dugaan alih fungsi hutan Langkat menjadi perkebunan kelapa sawit. 

"Adapun,  tersangka diprasangkakan dengan UU No 18 tahun 2013 tentang pencegahan & pemberantasan pengrusakan hutan, UU No 39 tahun 2014 tentang perkebunan, UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan & pengelolaan lingkungan hidup,"ungkapnya.

Baca juga: Hasil Gelar Perkara Kasus Ali Fungsi Hutan Langkat, Adik Wagubsu Jadi Tersangka

Ketika disinggung apa pertimbangan penyidik tidak menahan tersangka? Mantan Waka Polrestabes Medan itu engan berkomentar. 

Sebelumnya, diduga terlibat dalam 'permainan' alih fungsi hutan lindung, Dody Syah, diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut.

Hari ini (Rabu 30/1), rumah adik wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, yang berlokasi di Komplek Cemara Asri, digeledah oleh personel Polda Sumut bersamaan dengan penggeledahan terhadap kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) yang berada di Jalan Sei Deli, Silalas, Medan Barat.

Kemudian, Polda Sumut menetapkan Dody Syah sebagai tersangka, namun tidak ditahan.

Penulis: tim. Editor: gun.