HETANEWS

Update Data Bencana di Sulsel: 78 Orang Meninggal dan 3 Warga Hilang

360 narapidana dievakuasi karena banjir di Pekalongan

Makassar, hetanews.com - Jumlah korban jiwa meninggal dunia akibat banjir dan longsor di 14 daerah di Sulawesi Selatan mencapai 78 orang, terhitung sejak Selasa (22/1) hingga Rabu (30/1). Di antaranya terbanyak di Kabupaten Gowa yakni 53 orang, selebihnya 25 orang dari 13 daerah lainnya. Tiga orang masih dinyatakan hilang.

"Totalnya ada 78 orang korban meninggal dunia akibat bencana ini. Tiga orang lagi masih dinyatakan hilang, yakni korban banjir di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto," kata Kepala BPBD Provinsi Sulsel Syamsibar yang dikonfirmasi, Rabu (30/1).

Tim terdiri dari enam anggota Basarnas bersama SAR gabungan masih berada di Kecamatan Binamu, Jeneponto untuk mencari korban hilang.

Syamsibar menjelaskan, ada 14 daerah yang terdampak bencana yakni Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Soppeng, Jeneponto, Barru, Wajo, Maros, Bantaeng, Sidrap, Pangkep, Takalar, Selayar, Sinjai dan Kabupaten Tana Toraja.

Hingga hari delapan usai bencana, masih ada 9.429 jiwa yang mengungsi. Sementara jumah rumah yang terendam sebanyak 22.156 unit, hanyut 33 unit, tertimbun 5 unit. Tempat ibadah rusak 12 unit, fasilitas pemerintah 8 unit, pasar 2, sekolah 70 unit, jembatan yang rusak 34, panjang jalan yang rusak 15.785 meter. Dan tambak yang rusak ada 183.394 hektare serta sawah 10.833 hektare.

"Taksiran kerugian akibat banjir dan longsor tersebut sekitar Rp 125.808.127.500," lanjut Syamsibar.

Sementara itu, penanganan tanggap darurat bencana telah ditetapkan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk diperpanjang. Sebelumnya dari 23 Januari hingga 29 Januari, diperpanjang hingga 5 Februari mendatang.

Alasannya, karena masih ada daerah yang terisolir sehingga harus dituntaskan. Ada masyarakat yang masih membutuhkan bantuan. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.