HETANEWS

Tarif Parkir Sepeda Motor Di Kota Siantar Rp 1000

Muhammad Sofyan ditemui diruang kerjanya, Senin 28 Januari 2019.

Siantar, hetanews.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Siantar menetapkan tarif parkir kendaraan roda dua Rp.1.000 dan kendaraan roda empat Rp.2.000. Tarif parkir tersebut dilengkapi dengan karcis.

Di lokasi parkir tepi jalan, misalnya Lapangan Merdeka, Pasar Horas, Pasar Dwikora dan sejumlah lokasi titik parkir yang dikelola untuk pendapatan asli daerah (PAD), tidak menerapkan aturan yang ada.

Juru parkir (Jukir) yang bertugas mengelola parkir tepi jalan, sering kali hanya mengutip parkir tanpa memberikan karcis kepada pemilik kendaraan, atau mengutip biaya parkir lebih dari tarif yang ditetapkan.

Pengalaman seperti itu, disampaikan Dewi (20), salah seorang pengunjung ruang terbuka hijau Lapangan Merdeka Kota Siantar, Selasa (29/1/2019).

"Dimana-mana parkir keknya, enggak adalah yang ngasih karcis. Jarang, paling diminta (Jukir), terus kita langsung ngasih duitnya lah, baru kita pergi," kata pemilik kendaraan roda dua (sepeda motor) ini.

Dewi, yang ditemui bersama temanya Rini Sinaga (21), baru mengetahui jika biaya parkir roda dua Rp. 1.000 dan roda empat (Mobil) Rp. 2.000. "Baru tau, mungkin karena gak pernah nerima karcis ya, makanya harganya dinaikkan," kata Dewi seraya tersenyum.

Kasi Terminal Parkir dan Perlengkapan Jalan Dishub Siantar, Muhammad Sofyan membenarkan jika parkir roda dua (sepeda motor) Rp.1.000 dan roda empat (mobil) Rp.2.000.

Baca juga: Plank Parkir Hilang, Depan Balai Kota Siantar Jadi Lahan Parkir

Karcis resmi yang dicetak untuk tarif kendaraan roda dua.

Retribusi parkir ditepi jalan ini, berdasarkan Peraturan Darah No. 5 Tahun 2011. Lanjut Sofyan, pihaknya juga mengeluarkan karcis per blok, yang diberikan kepada Jukir.

"Saya menghimbau bayar sesuai dengan Perda-nya saja, kalau keberatan itu hak masyarakat," kata Sofyan.

Masih kata Sofyan, pihaknya mengakui tidak mampu mengontrol keadaan dilapangan, ketika para Jukir ketahuan meminta biaya parkir diluar tarif dan tanpa karcis.

Sofyan mengatakan, jika pengutipan diluar tarif  berurusan ke Apararat Penegak Hukum (APH). Meski demikian, ia menyarankan jika ada yang keberatan dengan itu, pihaknya akan memangil pengawas dan Juru Parkir.

"Kami gak ada minta itu (parkir) dua ribu kok, kalau dilapangan kami gak bisa kontrol itu, karna kami disini sudah jelas, masalah orang itu (jukir) dilapangan kami gak bisa kontrol," pungkasnya.

Penulis: gee. Editor: edo.