Thu 21 Feb 2019

Soal Perdamaian Wartawan yang Dikeroyok, Ini Penjelasan Pengacara dan Pemred Tempatnya Bekerja

Try Aditya saat dirawat di rumah sakit pasca dikeroyok beberapa OKP. (foto/hza)

Siantar,hetanews com - Kasus pengeroyokan yang dialami Try Aditya (24) yang dilakukan oknum anggota salah satu OKP kabarnya telah berdamai.

Hal itupun dibenarkan Kasubbag Humas Polres Siantar, Iptu Resbon Gultom, ketika ditemui di Polres Siantar, Selasa (29/1/2019) siang.

"Benar mereka sudah berproses perdamaian. Masih proses dan harus dihadirkan enam orang yang masih DPO dan harus diperiksa dulu sebagai tersangka baru berdamai, itu prosedurnya," kata Resbon Gultom ketika ditemui sejumlah awak media.

Sementara itu pemimpin redaksi (Pemred) tempat Try Aditya bekerja, ketika dihubungi, mengatkan, kalau Try Aditya sudah diberhentikan sejak hari ini, Selasa (29/1/2019) dan sudah melalui perundingan dengan owner dan pimpinan umum.

"Alasannya dia tidak pernah berkoordinasi kepada pimpinan terkait permasalahannya, bahkan tidak memberi tahu perkembangan kasusnya. Sampai ada niat dia mau damai, pimpinan tidak tahu," ungkap Ary Harahap.

Tak hanya itu, Ary kembali mengatakan, kalau ditanyak soal perkembangan kasusnya, Try Aditya selalu jawabannya tanya ke lawyernya.

"Asal ditanya jawabannya tanyak ke lawyer ku," ucapnya.

Saat disingung, apakah Try Aditya sudah berdamai dengan pelaku yang mengeroyoknya? Pria tambun ini pun mengatakan, "Aku dapat kabar sudah katanya," ujarnya.

Baca juga: Wartawan yang Dikeroyok itu Berdamai, Kasus Berhenti

Sementar itu, Asman selaku pengecara dari Try Aditya, mengatakan, kita lihat sajalah perkembangannya.

"Kalaupun terjadi perdamaian.. sah saja secara hukum. Kemungkinan dilakukan oleh orang tua Try. Karena menurut mamak si Try, wali hakim mamak Try sewaktu mereka menikah adalah mertua Lilis, dan mereka teman sejak kecil. Sorry, ini semua diluar kendaliku. Tapi kucoba kerumah Try hari ini. Meminta kejelasannya ,"pungkasnya ketika dihubungi  via Whats App (WA).

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1
  • Johan Sandres
    Mantap pemred....lebih baik diberhentikan.atau dikeluarkan.karena sudah melanggar UUD Pers.
    Karyawan yg tidak berintegritas buat apa dipertahankan sperti dia itu.