Thu 21 Feb 2019

Tak Bawa Kamus Bahasa Inggris, Guru SMP RK Santo Xaverius I Kabanjahe Tampar Siswa Berulangkali

Karo,hetanews.com - Kasus kekerasan di dunia pendidikan sudah sering terjadi di Indonesia. Kali ini, terjadi pada siswa SMP RK Santo Xaverius 1 Kabanjahe yang beralamat di jalan Katepul No. 2, Kelurahan Gung Negeri, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, di bawah naungan Yayasan Perguruan katholik Don Bosco KAM.

Seorang siswa yang duduk dibangku kelas VII B sekolah tersebut yang takut namanya disebut, mengalami pusing setelah ditampar oleh VM, guru yang memegang mata pelajaran Bahasa Inggris, Selasa (22/1/2019), lalu.

Penamparan ini, gara-gara siswa dan teman-temannya tidak membawa kamus Bahasa Inggris. Menurut salah seorang korban, hal ini sering dialami dia dan teman-temannya jika lupa membawa kamus atau mengerjakan PR.

Perkara ini mengemuka setelah salah seorang siswa mengadukan kejadian ini kepada orangtuanya. Ia mengetahui peristiwa ini setelah anaknya mengaku pusing dan tak ingin ke sekolah.

“Akupun sebenarnya gak tau kalau anakku gak bilang, waktu hari Rabu aku banguni anakku agar cepat ke sekolah karena udh mau telat. Trus dia bilang pusing, malas ke sekolah katanya. Jadi aku marah-marah kenapa gak mau sekolah. Karena sekolah RK terkenal ketat. Ehh langsung dia bilang pusing karena ditampar gurunya sampe beberapa kali. Trus ku tanya lagi, kenapa sampe ditampar dan berapa orang kalian ditampar. Jadi dibilangnya hampir seluruh siswa kena tampar. Itupun udh sering dialaminya,”ujar orangtua salah seorang siswa, berinisial LSB (38) kepada wartawan.

Mengetahui ini, Kepala SMP RK Santo Xaverius 1 Kabanjahe, Candra Tarigan ketika dikonfirmasi, Jumat (25/01/2019), mengatakan, kejadian ini belum diketahuinya. Karena pada saat itu dia sedang tidak berada di sekolah.

“Nanti saya konfirmasikan dulu kepada yang bersangkutan, jika memang itu dilakukannya. Akan saya rapatkan dan melakukan pembinaan. Jadi tolong teman-teman wartawan jangan dulu membesar-besarkan kejadian ini,”pinta Kepala Sekolah, di ruang Kabid Menengah Dinas Pendidikan Pemkab Karo.

Salah seorang aktivis pemerhati dunia pendidikan di Karo, ketika dimintai tanggapan terkait pemukulan siswa yang terjadi di SMP RK Santo Xaverius I Kabanjahe, mengecam jika kejadian itu benar adanya.        

Ia mengatakan, pendidikan dan pengajaran tidak identik dengan kekerasan, baik dimasa lalu apalagi sekarang ini. Kekerasan sering kali dihubung-hubungkan dengan kedisplinan dan penerapannya dalam dunia pendidikan.

“Istilah ‘tegas’ dalam membina sikap disiplin pada anak sudah lazim digantikan dengan kata ‘keras’ kalau cara mengajar guru seperti itu. Karena kita harus menggaris bawahi, jika sekolah merupakan tempat menimba ilmu pengetahuan dan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa ,”ujar B Sembiring.

             

Penulis: charles. Editor: gun.
Komentar 7
  • Regina Sinulingga
    Memang guru tidak boleh melakukan kekerasan terhadap anak secara berlebihan...karna dapat membahayakan fisik anak didik.cuma kami sebagai pendidik terkadang sudah binggung dengan sikap anak anak jaman sekarang .sebagai contoh:
    Guru:anak anak ibu di kelas ini beberapa anak laki laki berambut panjang dan di cat warna warni nanti sepylang sekolah pangkas dan di cat hitam ya.
    Siswa:ya buk
    Hari berikutnya.
    Guru: kenapa belum di cat dan dipangkas rambutnya nak.
    Siswa : kata bapak saya besok saya diantar buk.
    Guru :oke besok terahir ya.
    Suswa:ya buk
    Hari berikutnya
    Guru: haru ini juga kamu belum pangkas dan cat rambut kenapa?
    Siswa:diam saja.
    Yang saya mau tanyakan bagaimana cara mendisiplinkan anak anak yang seperti ini??
    Karna saya tidak mau mencubit pun saya takut saya tidak kasih ikut jam pelajaran saya .orang tua pun menuntut kenapa anak mereka dikeluarkan dari kelas.para guru sudah bingung.
  • Regina Sinulingga
    Satu lagi misalnya jam pelajaran ipa.materi pengukuran anak anak besok semua bawa pengaris ya kita akan mengkur semua yang ada di sekitar sekolah dengan pengaris harus setiap anak punya alat ukur tersebut...anak anak sebagian tak bawa bagaimana ni cara nya kalau mau belajar sementara apa yang di suruh guru tak dibawa.kalau guru marah tak boleh.kalau mencubit kekerasan ...tolong dong untuk perintah buat bimbingan untuk guru cara mendisiplinkan anak anak seperti ini.
  • Michael Junior Sitepu
    Kalo tidak mau kena tampar ya harus disiplin dong .
    Tapi tidak mungkin hampir 1 kelas kena tampar , walau pun hampir 1 kelas kena tampar , kenapa cuman anak itu yang pusing,
    Jangan terlalu menyalahkan guru nya .
    Karna gurulah pahlawan tanda jasa
  • Michael Junior Sitepu
    Karna Guru lah pahlawan tanpa tanda jasa
  • Netty Nopia
    Ga usah merusak citra sekolah RK lah, dari dulu sekolah RK terkenal sama disiplin nya, ya itu konsekuensi nya anda tidak mengikuti peraturan yg telah di terap kan selama kls mem VM berlangsung. Lagian ga ada usaha sih siswa ini kan bisa kalo lupa bawa kamus pinjam ke kls kakak kls nya.
    Cuman di tampar doang Kok sampek segitu nya ya,seberapa sih mam VM nampar siswa, aku juga pernah dulu kenak tampar nya,belum lg si siswa ini kenak rodam rotan yg tebal nya aduuh hay, belum lg di suruh skott jump 180x yg kalo turun tangga lama nya setengah jam bukan karna banyak nya anak tangga tp karna kaki dah kebas skot jump, sampek rumah harus minyakii kaki habis itu pacu belajar supaya besok nya ga kenak hukum lg
    Siswa sekarang apa? Di buat kayak gitu pun besok nya di ulangi lg nya
    Ya kalo ga sanggup sekolah di sekolah RK ga usah sekolah di situ keles,guru juga ga gilak nampar siswa tanpa alasan yg jelas ya!
  • Orba Ginting
    Mengapa kwalitas pendidikan semakin merosot ??? salah satu karena sudah terlalu banyak orang yang mengaku pintar mencampuri urusan pendidikan dengan menyudutkan posisi guru. sehingga anak selalu merasa paling benar karena mendapat pembelaan2 yang berlebihan oleh orang tua, pemerhati pendidikan (ngakunya) maupun media-media. Ramai-ramai angkat bicara untuk mencoreng dunia pendidikan dan guru tanpa mengetahui terlebih dahulu duduk permasalahannya atau hanya dengan mendengarkan cerita si anak dimana kebenaranya patut di pertanyakan. Disadari orang tua atau tidak, hal ini akan terbawa-bawa dan akhirnya terciptalah GENERASI YANG CENGENG, PEMALAS ,DAN TIDAK BERDISIPLIN.
  • Alemina Purba
    permisiiiii
    numpang komen anak saya sendiri sekolah di sekolah tersebut
    dan guru yg bersangkutan justru wali kelas anak saya sekarang ini,
    anak saya justru sangat senang dengan ketegasan ibu guru tersebut
    karna bisa mendidik anak anak ke arah lebiah baik.
    anak tak usah di kasih sekolah kalau tidak suka di didik, sedikit aja di kasi ketegasan udah di publikasikan.
    saya sendiri mendidik anak lebih dari tamparan kepada anak saya apabila membangkang
    dan dari awal masuk ke sekolah tersebut saya langsung ngomong sama semua gurunya
    apabila anak saya nantinya bandel atau tidak mendengarkan perintah guru
    saya persilahkan jangankan di tampar ,,segala hukuman saya perbolehkan agar di tidak mengulangi kesalahan yg sama ,,mana mungkin guru menghukum apabila anak kita baik baik saja .
    jadi kurungi anakndu ena rumah lapadah sekolahken seh nge pagi ku S3 adi bagi carandu ena o teman oweh