Thu 21 Feb 2019

Berkaca dari Kasus Kapten Leo, Seorang Prajurit Harusnya Bersikap Seperti ini

Kapten Inf Leo Sianturi dan Mayor Inf Djarwadi. (kolase foto)

Siantar, hetanews.com – Kapten Inf Leo Sianturi yang mengidap arthritis gout, penyakit semacam asam urat tak terima dengan pelayanan RS Tentara hingga memutuskan untuk pindah rumah sakit. Leo pun kini dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Siantar.

Hanya saja perpindahan Komandan Koramil (Danramil) 10 Balimbingan Kodim 0207 Simalungun, itu sempat membuat heboh setelah videonya berisi rasa kekecewaannya atas pelayanan rumah sakit hingga meminta Presiden Jokowi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar memperhatikannya, yang beredar luas di masyarakat.

Lantas sebagai seorang prajurit apakah tindakan Leo sudah tepat di tubuh TNI sendiri?

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 022 Pantai Timur, Mayor Inf Djarwadi mengatakan tidak sepakat dengan tindakan yang dilakukan Leo. Sebagai seorang prajurit, Leo menurut Djarwadi harus menjunjung etika.

“Kalau saya apa yang disampaikan Sianturi ini salah, karena sepihak. Sepihak dia saja. Harusnya dia konfirmasi dulu, kalau dia kan prajurit. Prajurit kalau ada yang kurang pas dimana dia berobat harusnya dia lapor ke atasan, mungkin ke Dandim (Komandan Kodim) selaku atasannya. Dandim nanti akan menyampaikan ke Dandenkes, katanya ada anggotanya berobat tidak dilayani. Nanti seperti itu. Kalau dia melapor kemana-mana itu tidak punya etika seorang prajurit seperti itu,” ujarnya.

Terkait kasus Leo, Djarwadi menuturkan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada atasan. “Kalau itu nanti kita tunggu kita lapor ke pimpinan, petunjuk pimpinan seperti apa,” katanya.

Sebelumnya beredar video pernyataan Danramil 10 Balimbingan Kodim 0207 Simalungun Kapten Inf Leo Sianturi mengaku diterlantarkan hingga diusir oleh pihak RS Tentara saat menjalani rawat inap. Sembari menangis Leo berteriak jika dirinya mendapat pelayanan buruk saat mendapat perawatan.

Leo sendiri saat menjalani perawatan di RS Vita Insani Kota Siantar, Jumat (25/1) mengaku pelayanan buruk diterimanya saat menjadi pasien rawat inap di RS Tentara. Ia mengaku pernyataan perawat rumah sakit membuatnya tersinggung.

"Ini maaf, kalau gak ada yang jaga disini tidak boleh dirawat. Padahal  saya seorang Perwira. Saya bilang jadi Perwira tidak gampang. Saya bilang lau kalok sombong sekali. Perwira saja kamu gitukan, cemana kalau anggota masyarakat umum, bisa mati. Intinya pelayanan rumah sakit tentara sangat mengecewakan," katanya.

Dandenkesyah Letkol CKM Suhartono dan perawat Dewi saat konferensi pers di RS Tentara. (foto/lazuardy fahmi)

Pernyataan Leo pun dibantah perawat Dewi saat menggelar konferensi pers di rumah sakit di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (25/1) malam. Dewi didampingi Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Dandenkesyah), Letkol CKM Suhartono dan Mayor Inf Djarwadi.

Baca selengkapnya: Heboh Danramil ‘Diusir’ Rumah Sakit di Siantar, TNI: Itu Tidak Benar

Penulis: bt. Editor: bt.