Thu 21 Feb 2019

Heboh Danramil ‘Diusir’ Rumah Sakit di Siantar, TNI: Itu Tidak Benar

Konferensi pers di RS Tentara Kota Siantar, Jumat, 25 Januari 2019. (foto/lazuardy fahmi)

Siantar, hetanews.com – Heboh pernyataan Komandan Koramil 10 Balimbingan Kapten Inf Leo Sianturi menyebut dirinya diusir perawat RS TK 01.07.01 atau RS Tentara Siantar, dibantah pihak rumah sakit.

Dandenkesyah Letkol CKM Suhartono menyebut peristiwa pengusiran itu tak benar adanya. Kepada sejumlah awak media, ia bersama Kepenrem 022 Pantai Timur Mayor Djawadi dan perawat Dewi yang merawat Danramil 10 Balimbingan itu merinci kejadian sebenarnya.

Suhartono menjelaskan jika Kapten Leo mengidap sakit Arthritis Gout atau asam surat masuk rumkit pada Kamis (24/1/2019) sekira pukul 14.00 WIB. Esoknya, Jumat (25/1) Leo dihampiri oleh perawat Dewi yang baru saja aplausan/ganti shift.

“Pada saat itu perawat bertanya ke pasien apakah sudah makan, bagaimana kondisi. Kemudian ada ketersinggungan yang diucap perawat membuat pasien (merasa) tidak nyaman. Tapi sebenarnya itu (perawat bertanya) sudah suatu Protap. Jadi tidak ada kami terlantarkan, tapi karena ketersinggungan pasien marah-marah,” ujarnya.

Dilanjutkan setelah kejadian itu Kapten Leo pun meminta untuk pindah ke RS Vita Insani. Mereka yang mengetahui hal itu sempat berupaya meminta Leo untuk memikirkan ulang.

“Hanya saja yang bersangkutan tidak mau. Dan kalaupun memang mau pindah rumah sakit kami katakan akan fasilitasi, tapi kenyataannya tidak mau difasilitasi. Pada intinya kami tidak ada menolak, tidak benar kami mengusir pasien,” ujarnya.

Merasa Tersinggung

Perawat Dewi dalam kesempatan itu menjelaskan ia memang mengunjungi Kapten Leo di ruang rawat inap, Jumat (255/1) pagi dan bertanya kepada Leo seperti apa sudah makan, dijaga oleh siapa dan keberadaan anak hingga istrinya.

“Memang benar saya tanya ibu kemana (istri Leo) dan bapak itu bilang ‘saya sudah cerai dengan istri saya’. Kemudian saya nanya anaknya dan nyarankan agar dijaga oleh anak. Bapak itu jawab anaknya ada di Bandung dan 1 lagi di pendidikan (Tentara),” ujarnya.

Dewi mengaku setelah menanyakan hal tersebut Kapten Leo merasa tersinggung. Begitupun Dewi bilang ia telah meminta maaf atas hal tersebut.

“Tapi bapak itu tetap turun dari tempat tidur memakai tongkat menuju keluar. Kami sudah menahan namun bapak itu tetap bersikeras. Saya klarifikasi soal keterangan jika pasien tidak dijaga keluarga maka tidak boleh dirawat itu tidak benar,” kata Dewi.

Mengaku Diusir

Sebelumnya beredar video pernyataan Danramil 10 Balimbingan Kodim 0207 Simalungun Kapten Inf Leo Sianturi mengaku diterlantarkan hingga diusir oleh pihak RS Tentara saat menjalani rawat inap. Sembari menangis Leo berteriak jika dirinya mendapat pelayanan buruk saat mendapat perawatan.

Leo tak terima adanya kejadian itu hingga meminta Presiden Jokowi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar memperhatikan nasibnya.

Tonton videonya:

Penulis: bt. Editor: bt.