HETANEWS

“Bang Banding Aku Bilang,” ujar Iwan si Kurir Sabu di PN Siantar

Terdakwa mengenakan rompi merah meninggalkan ruang sidang usai divonis 5 tahun bui. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Terdakwa kasus narkotika jenis sabu tak terima divonis 5 tahun oleh hakim Pengadilan Negeri Siantar. Irwan alias Iwan menyebut akan mengajukan upaya hukum banding.

Putusan terhadap warga Kota Siantar kesehariannya juru parkir (Jukir) dibacakan Majelis Hakim Pimpinan Rosihan Juhriah Rangkuti. Hadir sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samuel Sinaga.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 5 tahun, dan denda sebesar Rp 800 juta apabila denda tidak dibayar maka diganti pidana penjara 6 bulan,” ujar Rosihan, Kamis (24/1/2019).

Baca juga: Honda Cap 70 Kontra Bus Intra di Terminal Tanjung Pinggir

Iwan dinyatakan terbukti sebagai kurir atau perantara dalam jual beli narkotika golongan I. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 1 UU No 35/2009 tentang narkotika.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan 7 tahun oleh jaksa. Hanya saja, Ia seakan tak puas. Usai mendengarkan vonis dan berjalan menuju keluar ruang sidang, ia berceloteh.

“Bang banding aku bilang,” kata Iwan sembari berjalan meninggalkan ruang sidang diikuti penasehat hukumnya dari belakang.

Kasus ini bermula ketika Iwan sibuk mengurusi parkir di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (11/9/2018) malam, didatangi dua pria untuk memesan narkotika.

Baca juga: Masyarakat Lapor Polisi, Sospan Batal Nyabu di Kos Anwar

Satu dari pria itu dikenal Iwan bernama Kiki memesan 1 paket sabu seharga Rp 150 ribu. Terdakwa pergi untuk membelikan narkotika jenis sabu kepada teman terdakwa yang bernama Atak (DPO) dengan harga Rp 100 ribu.

Terdakwa kembali ke Jalan Perintis Kemerdekaan untuk menjumpai pemesan. Namun saat tiba dilokasi terdakwa ditangkap petugas Polres Siantar dan mendapati 1 paket sabu dari tangannya, 1 unit HP nokia ditemukan dari kantong celana dan 1 lembar uang Rp 50 ribu.

Penulis: bt. Editor: bt.