Medan, hetanews.com - Hingga kini, Polda Sumut masih melakukan pengembangan terkait Oprasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang pegawai Pemko Binjai, kemarin. Sedangkan tersangka I, telah resmi menjadi tahanan rutan Polda Sumut.

"Sampai saat ini yang ditetapkan sebagai tersangka baru satu orang dengan inisial I. Dan kasusnya sedang dalam tahap pengembangan dari penyidik. Terhadap tersangka telah dilakukan penahan di Rutan Mapolda Sumut," ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP. Nainggolan kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

Dijelaskan Nainggolan, OTT berawal dari adanya pengaduan dari masyarakat (Dumas) tentang adanya kutipan-kutipan terhadap masyarakat yang mau masuk menjadi Pegawai Tenaga Honorer di Satpol PP Kota Binjai. Kemudian dilakukan Penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Sumut. Saat akan melakukan transaksi petugas melakukan OTT terhadap 1 pegawai dari Pemko Binjai dengan Inisial I sedang menerima uang sebesar Rp1,5 juta dari yang dijanjikan sebesar Rp35 juta.

"Kemudin, dilakukan penangkapan dan dibawa ke Polda Sumut untuk proses penyidikan lebih lanjut. Perkembangan terbaru akan segera kita sampaikan," tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah personel berseragam Ditreskrimum Polda Sumut melakukan pemeriksaan mendatangi ruangan Walikota Binjai, Ruang Bagian Umum Pemko Binjai, Selasa (22/1).

Personel datang dengan mobil untuk mengambil berkas dan alat bukti terkait dugaan OTT seorang oknum PNS dalam perkara modus jual-beli memasukan pegawai honorer.