HETANEWS.COM

Diancam Hukuman Mati, KBRI Kuala Lumpur Tangani Kasus TKI Asal Siantar

JS (31), ketiga dari kiri (Baju Hitam) dihadapkan ke Mahkamah Majistret atas tuduhan membunuh seorang wanita di sebuah kilang di Kampung Selamat, Tasek Gelugor,31 Desember 2018. (foto utusan online)

Siantar, hetanews.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memberi perlindungan dan bantuan hukum kepada TKI asal Siantar, Jonathan Sihotang alias JS (31). 

Hal itu disampaikan melalui surat sekretaris pertama Konsuler KBBRI Kuala Lumpur, Soeharto Tri Sasongko kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pematangsiantar. 

Surat itu juga disampaikan, sekaligus membalas surat dari LBH Pematangsiantar No. 18/LBH/PS/XII/2018 tertanggal 27 Desember 2018 tentang permohonan dan perlindungan hukum.

KBRI Kuala Lumpur akan memberi bantuan hukum secara proporsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional.

Baca juga: JS, TKI Asal Siantar Tak Diberi Gaji Penuh, Rencana Membantu Keluarga Gagal

KBRI Kuala Lumpur sangat prihatin atas permasalahan hukum yang sedang dihadapi oleh JS saat ini. 

Dengan itu KBRI Kuala Lumpur memberi bantuan hukum kepada JS melalui pendampingan Advokad Retainer Lawyer dari Kantor Hukum Gooi & Azura.

Mengingat tempat kejadian JS terjadi di wilayah Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Penang, saat ini kasus JS turut dimonitor oleh Satgas Citizen Service KJRI Penang.

Pengacara dari LBH Pematangsiantar, Parluhutan Banjarnahor, menyampaikan terimakasih atas dukungan yang diberikan KBBRI Kuala Lumpur dan KJRI di Penang. 

"Kita berharap, perlindungan hukum yang diberikan secara maksimal. Kita juga mengucapkan terimakasih, dengan adanya bantuan KBRI dan KJRI, istri dan kakak JS difasilitasi untuk bertemu," kata Parluhutan, Kamis (24/1/2019) malam.

Masih kata pria yang akrab disapa Prima ini, persidangan JS di Malaysia masih tetap bergulir. JS, kata dia, akan mengikuti sidang dijadwalkan Februari 2019 yang akan datang.

Baca juga: Sempat Melarikan Diri, TKI Asal Siantar Ditangkap Polisi Malaysia

JS merupakan warga Kota Siantar yang merantau ke Malaysia sebagai TKI. JS didakwa pasal pembunahan dan penganiayaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua orang terluka. 

Atas kejadian itu, JS didakwa hukuman mati oleh pengadilan Malaysia, pada sidang di Pengadilan Malaysia 31 Desember 2018.

TKI asal Siantar itu telah menghilangkan nyawa seorang wanita, berinisial SSN (44) dan dua orang terluka, di kilang Toto Food Trading No. 4897, Kampung Selamat, Tasek Gelugor, Malaysia, Rabu 19 Desember 2018.

JS mengamuk karena Majikanya (korban red) itu mencampakkan setumpuk uang dengan cara kasar. Uang yang diberikan itu juga tidak sesuai dengan jumlah gaji yang seharusnya ia terima selama satu tahun bekerja.

Penulis: gee. Editor: edo.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!