HETANEWS

PT WEP Bersedia Kucurkan CSR ke Desa Amburidi

Bupatki Karo, Terkelin Brahmana tampak ikut rapat, Kamis (24/1/2019), pukul 17.00 WIB, di ruang kerja kepala Bappeda Karo. (Foto/Charles)

Karo,hetanews.com- Warga desa Amburidi, Kecamatan Kuta Buluh, Karo sudah berulang kali mengingatkan  dan mendesak perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)  PT Wampu Elektric Power (WEP) yang berada di daerah desa Rih Tengah, kecamatan Kutabuluh,  untuk peduli dan bertanggungjawab  terhadap  infrastruktur jalan yang sudah lama rusak, akibat beroperasinya kenderaan berat milik perusahaan.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Amburidi, Sukendi Perangin-angin mewakili warganya, didampingi Sekcam Kutabuluh, Robert Ginting, Aiptu Takari Pandia, anggota Polsek Kutabuluh Polres Tanah Karo, saat menggelar rapat, Kamis (24/1/2019), pukul 17.00 WIB, di ruang kerja kepala Bappeda Karo.

Menurut Sukendi, PT WEP belum bersedia membayarkan Corporate Social Responsibility (CSR). Sementara kerusakan badan jalan semakin parah. “Untuk itu kami  menagih janjinya agar tahun 2019 ini diperbaikilah infrastruktur  peningkatan jalan segera terealisasi,”harap Sukendi.

“Namun  pihak PT WEP sepertinya kurang peduli dan respon, terhadap tuntutan warga. Sehubungan denga situasi inilah, kami minta pihak Pemkab Karo  dapat memfasilitasi untuk adakan pertemuan. Dengan adanya  desakan ini maka akhirnya   digelar rapat di kantor Bappeda,” terangnya lagi.

Sementara Bupati Karo, Terkelin Brahmana, menyambangi acara rapat yang alot dan tak kunjung membuahkan hasil kesepakatan. “Saya hadir disini untuk  mendengar langsung mengapa pihak PT WEP belum bersedia mengambil sikap.  Info ini sesuai dari kepala Bappeda,” ujar Brahmana saat tiba di ruang rapat Bappeda.

"Setelah proses panjang dialog yang kami lakukan, syukurlah akhirnya pihak PT WEP bersedia menerima saran dan masukan dari pihak Pemkab sebagai fasilitator.  Ini semua berkat komunikasi dan mengutamakan kearifan lokal.  Mungkin saja tadi pihak PT WEP kurang yakin, jadi kita maklum saja. Tapi yang penting setelah saya hadir kesepakatan akhirnya tercapai, “terang Bupati.

“Terkait isi kesepakatan, saya serahkan kepada Bappeda.  Apa isi yang tertuang dalam kesepakatan bersama, saya instruksikan Bappeda untuk segera dibuat berita acara notulennya, lalu bagikan surat kesepakatan ini, agar kades Ambureidi dapat menyampaikan ke warganya, agar tidak terjadi lagi riak riak di tengah masyarakat desa,”harap Terkelin.

Kepala Bappeda, Nasib Sianturi, didampingi kepala Dinas PUPR, Paten Purba, mengatakan,  sudah dibuatkan isi kesepakatan. Namun  pihak PT WEP  belum  mau membutuhkan tanda tangannya didalam surat kesepakatan yang telah kami konsep.

“Untung, setelah Bupati Karo menjelaskan kepada PT WEP , akhirnya mereka menerima kesepakatan yang telah dibuat, dan bersedia membubuhkan tandatangannya sebagai tanda setuju, untuk mengucurkan CSR - nya di tahun 2019 ini,”beber Sianturi.

Dalam kesepakatan, ada 4 (empat) point yang disepakati, antara lain, pertama, PT. WEP akan mengalokasikan CSR infrastruktur tahun 2019.  Kedua, untuk meningkatkan jalan Rih Tengah-Ujung Deleng, Kecamatan Kutabuluh dengan menggunakan perkerasan aspal macadam dengan lebar perkerasan 3 (tiga) meter dan panjang perkerasan lebih kurang 6.5 km, karena keterbatasan kemampuan anggaran CSR PT WEP untuk tahun 2019.

Ketiga, Pemerintah Kabupaten Karo akan melakukan sosialisasi terkait rencana kegiatan pada point di atas kepada kepala desa dan masyarakat setempat. Keempat dengan adanya kesepakatan ini PT WEP telah dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana tersebut dalam point di atas. Perbaikan jalan dari desa ujung Deleng sampai desa Limang akan direncanakan  lebih lanjut oleh Pemkab Karo, terang Sianturi dan diamini Paten Purba.

Penulis: charles. Editor: gun.